Disparitas Data Ketenagakerjaan dan Badai PHK Nasional 2026

Selasa, 3 November 2026 | 17:24 WIB

Y
Penulis: Yesi Rahma Mustika | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Disparitas Data Ketenagakerjaan dan Badai PHK Nasional 2026
Rincian Data Ketenagakerjaan dari Berbagai Lembaga 2026

Dinamika ketenagakerjaan nasional sepanjang 2026 menunjukkan perbedaan signifikan antarinstitusi terkait catatan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Perbandingan indikator ketenagakerjaan ini dihimpun dari tiga entitas utama, yaitu Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Untuk indikator makro, data yang dihimpun menunjukkan keseragaman karena seluruh pihak merujuk pada basis survei Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah angkatan kerja nasional tercatat konsisten di angka 155,41 juta orang per Mei 2026. Begitu pula dengan total pekerja, mencakup sektor formal maupun informal, yang terdata sebesar 148,19 juta orang pada periode yang sama.

Disparitas tajam justru tampak pada indikator pemutusan hubungan kerja. Kemnaker mencatat total korban PHK resmi mencapai 63.789 orang untuk rentang Januari hingga September 2026. Sebaliknya, Apindo melaporkan lonjakan kasus yang jauh lebih masif, yakni menembus 126.000 pekerja ter-PHK hanya dalam rentang Januari hingga Mei 2026. Sementara itu, catatan serikat buruh melalui KSPI mengonfirmasi terjadinya PHK terhadap sedikitnya 27.000 pekerja hingga Maret 2026.

Perbedaan kalkulasi ini mengindikasikan adanya jurang pencatatan administratif antara angka resmi pemerintah dan dinamika lapangan. Data KSPI yang menyentuh 27.000 kasus pada kuartal pertama memperlihatkan percepatan laju PHK sejak awal tahun. Tingginya angka versi pelaku usaha (Apindo) yang hampir dua kali lipat melampaui data sembilan bulan Kemnaker turut mengindikasikan banyak kasus PHK di sektor riil maupun kontrak kerja yang belum terlaporkan secara formal ke dinas ketenagakerjaan.

Rincian Data Ketenagakerjaan dari Berbagai Lembaga 2026 - (BPS, Kemnaker & media monitoring Datasatu/DATASATU)
Rincian Data Ketenagakerjaan dari Berbagai Lembaga 2026 - (BPS, Kemnaker & media monitoring Datasatu/DATASATU)

Data Terkait

phk-tembus-72-ribu-orang-sektor-padat-karya-paling-terdampak
Ekonomi

PHK Tembus 72 Ribu Orang, Sektor Padat Karya Paling Terdampak

PHK hingga Oktober 2026 mencapai 72.336 orang dan diproyeksikan menembus 90 ribu orang, seiring tekanan pada industri padat karya.

1 hari yang lalu

phk-naik-40-yoy-di-2026-penciptaan-lapangan-kerja-diprediksi-melambat
Ekonomi

PHK Naik 40% yoy di 2026, Penciptaan Lapangan Kerja Diprediksi Melambat

PHK mencapai 63.789 orang hingga September 2026. Meski pengangguran menurun, persepsi pasar tenaga kerja memburuk seiring dengan proyeksi ekonom mengenai penciptaan kerja yang melambat.

28 Okt 2026

dpr-bahas-ruu-ketenagakerjaan-ini-isu-strategis-yang-disorot
Hukum & Keamanan

DPR Bahas RUU Ketenagakerjaan, Ini Isu Strategis yang Disorot

DPR membahas RUU Ketenagakerjaan sebagai UU mandiri, dengan sorotan pada outsourcing, upah, pesangon, jaminan sosial, dan pekerja digital.

24 Agu 2026

phk-kembali-marak-ini-hak-pesangon-menurut-alasan-phk
Ekonomi

PHK Kembali Marak, Ini Hak Pesangon Menurut Alasan PHK

Kemnaker mencatat 32.389 pekerja terkena PHK pada semester I-2026. Besaran pesangon diatur sesuai alasan PHK dan kondisi perusahaan berdasarkan PP 35/2021.

11 Agu 2026

tembus-32-ribu-pekerja-ini-strategi-pemerintah-tekan-gelombang-phk
Ekonomi

Tembus 32 Ribu Pekerja, Ini Strategi Pemerintah Tekan Gelombang PHK

PHK mencapai 32.389 pekerja pada semester I-2026. Pemerintah menyiapkan berbagai upaya mitigasi, dari pendampingan perusahaan hingga pembentukan satgas khusus.

31 Jul 2026

phk-semester-i-2026-tembus-32389-orang-februari-tertinggi
Ekonomi

PHK Semester I-2026 Tembus 32.389 Orang, Februari Tertinggi

PHK sepanjang semester I-2026 mencapai 32.389 pekerja, dengan jumlah tertinggi terjadi pada Februari. Kemnaker memperkuat mitigasi melalui dialog sosial.

24 Jul 2026