Indeks Kemiskinan Multidimensi (Multidimensional Poverty Index/MPI) memberikan gambaran menyeluruh bahwa kemiskinan tidak hanya diukur dari aspek pendapatan, melainkan juga dari deprivasi di sektor kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Mengacu pada laporan UNDP Global Multidimensional Poverty Index 2026, semakin tinggi skor MPI, semakin parah tingkat keterampasan kebutuhan dasar yang dialami masyarakat di negara tersebut.
Berdasarkan data survei periode 2020–2025, Niger menempati posisi teratas dengan nilai MPI tertinggi, yakni 0,470 pada survei tahun 2021. Kemiskinan multidimensi di Niger didominasi oleh rendahnya pemenuhan standar hidup yang menyumbang 47,6% dan sektor pendidikan sebesar 40,2%, sedangkan sektor kesehatan menyumbang 12,2%.
Posisi kedua ditempati oleh Madagaskar (data 2021) dengan nilai MPI 0,386. Di Madagaskar, dimensi standar hidup menjadi pemicu ketimpangan terbesar yang mencakup lebih dari separuh total deprivasi, yakni mencapai 50,6%, disusul pendidikan (31,6%) dan kesehatan (17,8%).
Sementara itu, Afghanistan berada di peringkat ketiga dengan skor MPI sebesar 0,360 (data 2022/2023). Berbeda dengan negara-negara Afrika pada daftar teratas ini, persoalan kemiskinan di Afghanistan didominasi oleh persoalan di sektor pendidikan yang menyumbang hingga 42,5%, diikuti standar hidup (33,4%) dan kesehatan (24,1%).
Di peringkat keempat dan kelima, Mali (data 2023/2024) dan Kongo/DRC (data 2023/2024) mencatatkan nilai MPI masing-masing sebesar 0,356 dan 0,344. Mali menghadapi beban ketimpangan yang cukup berimbang antara sektor pendidikan (38,2%) dan standar hidup (33,2%). Sedangkan di Kongo (DRC), tantangan kemiskinan sangat terkonsentrasi pada dimensi standar hidup dengan sumbangsih mencapai 57,5%. (Yesi Rahma Mustika)