IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Global di Tengah Gejolak Energi dan AI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Global di Tengah Gejolak Energi dan AI
thumbnail

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1% pada 2026, sebelum meningkat menjadi 3,4% pada 2027. Sementara itu, inflasi umum global diperkirakan naik menjadi 4,7% pada 2026, terutama akibat kenaikan harga energi dan pangan, kemudian melandai menjadi 4,1% pada 2027.

IMF menyoroti kesenjangan prospek ekonomi antarnegara yang dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan gejolak energi. Negara yang terintegrasi dengan rantai nilai AI serta eksportir energi di luar wilayah konflik berpotensi memperoleh manfaat ekonomi lebih besar. Sebaliknya, negara pengimpor energi yang tidak terintegrasi dengan ekosistem teknologi, terutama negara berkembang dan berpendapatan rendah, menghadapi kenaikan biaya impor, tekanan nilai tukar, penurunan pendapatan riil, serta keterbatasan ruang fiskal.

Investasi AI menjadi salah satu penopang permintaan dan aktivitas ekonomi global. Namun, ketahanan tersebut juga menyimpan risiko. Apabila ekspektasi keuntungan dan peningkatan produktivitas AI tidak terpenuhi, investasi berpotensi melemah, memicu koreksi pasar saham, dan memperketat kondisi pembiayaan. Di sisi lain, pertumbuhan volume perdagangan dunia diproyeksikan melambat pada 2026 dan stabil pada 2027. Tekanan tarif, penyesuaian rantai produksi, dan ketegangan perdagangan masih menjadi hambatan bagi prospek perdagangan global.

Dalam menghadapi berbagai risiko tersebut, IMF menekankan pentingnya penguatan ruang fiskal melalui peningkatan penerimaan negara, penataan belanja pemerintah, dan pemeliharaan keberlanjutan fiskal. Bantuan untuk mengatasi kenaikan biaya energi dan pangan juga perlu diberikan secara sementara dan tepat sasaran agar dapat melindungi kelompok rentan tanpa menimbulkan distorsi berkepanjangan.

IMF turut menekankan bahwa kebijakan moneter perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara. Negara pengimpor energi dengan inflasi pada atau di bawah target perlu menerapkan pendekatan yang hati-hati. Sementara itu, pengetatan kebijakan moneter dapat diperlukan di negara yang menghadapi tekanan permintaan kuat dan inflasi di atas target.

Secara keseluruhan, laporan WEO Oktober 2026 menunjukkan bahwa ekonomi global masih bertahan, tetapi prospeknya tidak merata dan dibayangi berbagai risiko. Eskalasi konflik, gejolak harga energi dan pangan, ketidakpastian investasi AI, serta ketegangan perdagangan dapat menekan pertumbuhan. Karena itu, kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, disertai penguatan ketahanan energi dan kerja sama perdagangan, menjadi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi global.

IMF menyoroti kesenjangan prospek ekonomi antarnegara yang dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan gejolak energi.Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1% pada 2026, sebelum meningkat menjadi 3,4% pada 2027. Sementara itu, inflasi umum global diperkirakan naik menjadi 4,7% pada 2026, terutama akibat kenaikan harga energi dan pangan, kemudian melandai menjadi 4,1% pada 2027. - (IMF World Economic Outlook, Oktober 2026/Design by LM Notebook)
IMF menyoroti kesenjangan prospek ekonomi antarnegara yang dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan gejolak energi.Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1% pada 2026, sebelum meningkat menjadi 3,4% pada 2027. Sementara itu, inflasi umum global diperkirakan naik menjadi 4,7% pada 2026, terutama akibat kenaikan harga energi dan pangan, kemudian melandai menjadi 4,1% pada 2027. - (IMF World Economic Outlook, Oktober 2026/Design by LM Notebook)

Data Terkait

proyeksi-imf-ekonomi-indonesia-stabil-inflasi-naik-pada-2026
Ekonomi

Proyeksi IMF: Ekonomi Indonesia Stabil, Inflasi Naik pada 2026

IMF memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,1% pada 2026 dan 2027.Di sisi harga, inflasi Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 3,3% pada 2026, dari 1,9% pada 2025. Sementara, kondisi ketenagakerjaan diperkirakan membaik secara bertahap. Tingkat pengangguran diproyeksikan turun dari 4,9% pada 2025 menjadi 4,7% pada 2026.

2 hari yang lalu

imf-proyeksikan-ekonomi-asia-pasifik-2026-indonesia-tumbuh-51
Ekonomi

IMF Proyeksikan Ekonomi Asia Pasifik 2026, Indonesia Tumbuh 5,1%

Berdasarkan laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2026, IMF memproyeksikan Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2026, yakni sebesar 8,4%, diikuti India (7,0%) & Malaysia (5,2%). Sementara, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,1%.

2 hari yang lalu

data-imf-tunjukkan-inflasi-global-kembali-naik-dan-sentuh-43
Ekonomi

Data IMF Tunjukkan Inflasi Global Kembali Naik dan Sentuh 4,3%

Ketidakpastian ekonomi dunia kembali menguat seiring dengan laju inflasi global yang kembali merangkak naik pada awal tahun 2026.

28 Sep 2026

ekonomi-asia-melambat-diterpa-badai-ketidakpastian-global
Ekonomi

Ekonomi Asia Melambat Diterpa Badai Ketidakpastian Global

Ketidakpastian global memicu perlambatan PDB Asia hingga 2027 dan membekukan serapan tenaga kerja, meski ekonomi Indonesia diproyeksi tetap solid di kisaran 5%.

28 Sep 2026

imf-rilis-world-economic-outlook-juli-2026-ini-prospek-ekonomi-ri
Ekonomi

IMF Rilis World Economic Outlook Juli 2026, Ini Prospek Ekonomi RI

IMF mempertahankan proyeksi ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2026 dan 5,1% pada 2027, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan negara berkembang.

13 Jul 2026

imf-pertahankan-proyeksi-pdb-ri-5-di-tengah-perlambatan-ekonomi-dunia
Ekonomi

IMF Pertahankan Proyeksi PDB RI 5% di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0% pada 2026 dan 5,1% pada 2027, di tengah perlambatan ekonomi sejumlah negara dunia.

13 Jul 2026