Sebaran konsumsi tembakau harian di Indonesia memperlihatkan disparitas yang nyata antarwilayah. Berdasarkan publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sepuluh provinsi dengan prevalensi penduduk perokok harian tertinggi di tingkat nasional.
Provinsi Lampung menempati posisi puncak dengan proporsi perokok harian mencapai 32,81%. Peringkat kedua diduduki oleh Bengkulu sebesar 31,08%, disusul Jawa Barat di posisi ketiga dengan persentase 30,31%. Angka-angka ini menegaskan bahwa kebiasaan merokok harian masih mengakar kuat dalam pola hidup sebagian besar masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.
Pada peringkat keempat, Sumatera Selatan mencatatkan persentase sebesar 29,47%, diikuti Nusa Tenggara Barat di angka 28,86%, serta Sumatera Barat di level 28,59%. Selanjutnya, Banten menempati urutan ketujuh dengan catatan 28,30%, disusul berturut-turut oleh Jambi (27,70%) dan Gorontalo (27,40%). Daftar sepuluh besar nasional ini ditutup oleh Jawa Tengah dengan tingkat perokok harian sebesar 27,05%.