Fenomena El Nino memberikan tekanan besar terhadap sektor pertanian, khususnya sistem yang bergantung pada pasokan air. Kekeringan berkepanjangan berisiko menurunkan produktivitas tani sekaligus mengancam ketahanan pangan dalam negeri.
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras sepanjang Januari hingga Juli 2026 diproyeksi mencapai 22,09 juta ton. Pada periode yang sama, produksi jagung diperkirakan sebesar 10,09 juta ton.
Dalam 5 tahun terakhir, produksi jagung meningkat 20,49%, dari 13,42 juta ton menjadi 16,17 juta ton pada 2025. Produksi beras juga tumbuh 10,59% dari 31,36 juta ton pada 2021 menjadi 34,68 juta ton pada 2025.
Meski demikian, El Nino berisiko menggerus produktivitas beras pada 2026. Menurut proyeksi Litbang Kompas, El Nino berpotensi memangkas produksi beras hingga 9,4% per tahun.
Jika kondisi tersebut terjadi, produksi beras sepanjang 2026 diperkirakan hanya mencapai 30,1 juta ton. Bahkan, apabila terjadi anomali iklim, produksi beras 2026 berisiko berada pada kisaran 29,1 juta hingga 31,3 juta ton.