Pengangguran Lulusan Sarjana Naik dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 20:02 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Pengangguran Lulusan Sarjana Naik dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo
Tren Pengangguran pada Lulusan Pendidikan Tinggi Selama Pemerintahan Prabowo-Gibran, 2024-2026

Pengangguran lulusan sarjana maupun pendidikan tinggi lainnya meningkat dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo. Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Diploma IV (D4), Sarjana (S1) hingga doktoral (S3) naik dari 11,28% pada Agustus 2024 menjadi 14,31% pada Mei 2026.

Sementara itu, TPT lulusan Diploma I (D1) hingga Diploma III (D3) turut meningkat dari 2,29% pada 2024 menjadi 2,48%. Menurut riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), sebanyak 8,01 juta lulusan S1 bekerja di bawah tingkat pendidikannya.

Riset LPEM FEB UI bertajuk "Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?" yang dirilis pada Juli 2026 mengungkapkan, sebanyak 31% lulusan bekerja sebagai tenaga tata usaha dan 29,6% lainnya sebagai tenaga usaha jasa dan penjualan. Bahkan, 5,1% lulusan bekerja pada pekerjaan kasar.

Tren Pengangguran pada Lulusan Pendidikan Tinggi Selama Pemerintahan Prabowo-Gibran, 2024-2026 - (BPS & LPEM FEB UI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Tren Pengangguran pada Lulusan Pendidikan Tinggi Selama Pemerintahan Prabowo-Gibran, 2024-2026 - (BPS & LPEM FEB UI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

LPEM FEB UI menyebut fenomena pengangguran S1 dan lulusan pendidikan tinggi dapat dipengaruhi bertambahnya jumlah lulusan, lamanya pencarian kerja, ekspektasi pekerjaan dan upah, serta ketidaksesuaian bidang studi dengan lowongan yang tersedia. 

Di samping itu, keterkaitan antara program pendidikan, kompetensi lulusan, dan kebutuhan pemberi kerja masih belum cukup kuat.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan tenaga terdidik lebih cepat dibandingkan penciptaan pekerjaan profesional dan berketerampilan tinggi, sehingga sebagian lulusan bekerja pada pekerjaan yang membutuhkan tingkat pendidikan lebih rendah. 

Penambahan lulusan yang lebih cepat daripada permintaan tenaga kerja berpendidikan tinggi juga dapat memperkuat persaingan, terutama ketika jumlah lulusan tumbuh lebih cepat dibandingkan pekerjaan profesional hingga manajerial, juga menyebabkan masa transisi setelah lulus menuju pekerjaan menjadi lebih panjang.

Data Terkait

dua-tahun-prabowo-gibran-pengangguran-turun-tapi-phk-meningkat
Ekonomi

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengangguran Turun tapi PHK Meningkat

Dalam dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, pengangguran turun 3,35% menjadi 7,22 juta orang pada Mei 2026, tetapi PHK naik 13,54% menjadi 88,52 ribu orang pada 2025.

15 jam yang lalu

industri-makanan-serap-tenaga-kerja-terbanyak-di-sektor-imk-2025
Ekonomi

Industri Makanan Serap Tenaga Kerja Terbanyak di Sektor IMK 2025

BPS mencatat sebanyak 4,46 juta unit usaha Industri Mikro dan Kecil (IMK) berhasil menyerap hingga 9,48 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia sepanjang 2025.

3 hari yang lalu

jawa-tengah-jadi-provinsi-dengan-imk-terbanyak-di-indonesia
Ekonomi

Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan IMK Terbanyak di Indonesia

BPS sebut total usaha Industri Mikro dan Kecil atau IMK di Indonesia mencapai 4.461.888 unit usaha sepanjang 2025 dan pulau Jawa mendominasi.

4 hari yang lalu

el-nino-tekan-pertanian-produksi-beras-2026-berisiko-turun
Lingkungan

El Nino Tekan Pertanian, Produksi Beras 2026 Berisiko Turun

El Nino berpotensi menggerus produksi beras 2026 hingga 9,4% per tahun, dengan produksi diproyeksi 30,1 juta ton dan bisa turun hingga 29,1 juta ton.

14 Sep 2026

inflasi-agustus-2026-capai-319-ini-perbandingannya-dengan-2025
Ekonomi

Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Ini Perbandingannya dengan 2025

Inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19% yoy, naik dari 2,31% yoy pada 2025, didorong kenaikan harga yang diatur pemerintah meski volatile food melandai.

1 Sep 2026

inflasi-tahunan-agustus-2026-tembus-319-makanan-beri-andil-terbesar
Ekonomi

Inflasi Tahunan Agustus 2026 Tembus 3,19%, Makanan Beri Andil Terbesar

Inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% mtm dan 3,19% yoy, dengan makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,13%.

1 Sep 2026