Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak di Indonesia pada 2025. Data tersebut memperlihatkan ketimpangan yang cukup lebar antara daerah dengan capaian tertinggi dan terendah, terutama di wilayah perkotaan dan perdesaan.
Bali memimpin capaian tertinggi secara nasional dengan 98,2% rumah tangga sudah menikmati sanitasi layak, mencakup 98,55% di perkotaan dan 97,19% di perdesaan. Posisi berikutnya ditempati DI Yogyakarta sebesar 96,94%, Kepulauan Bangka Belitung 96,45%, Sulawesi Selatan 94,19%, serta DKI Jakarta dengan 93,98% yang seluruh wilayahnya berstatus perkotaan.
Sebaliknya, Papua Pegunungan berada di peringkat terbawah dengan akses sanitasi layak hanya 16,34%. Kesenjangan antardaerah di provinsi ini tampak sangat tajam, di mana wilayah perkotaan mencapai 73,68%, sementara kawasan perdesaan baru menyentuh 10,84%.
Kondisi serupa dialami Papua Tengah yang baru mencatat 39,73% dan Papua Selatan sebesar 65,06%, dengan angka akses sanitasi di desa yang juga masih tertinggal jauh dibanding kota. Dua provinsi lain yang masuk dalam lima terbawah adalah Sumatera Barat dengan 74,59% dan Jawa Barat dengan 76,2%.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, rata-rata akses sanitasi layak secara nasional sebenarnya mengalami tren membaik, naik dari 83,6% menjadi 85,37%. Pertumbuhan terjadi merata, baik di kawasan perkotaan yang naik ke 85,97% maupun di kawasan perdesaan yang meningkat ke 84,49%. Bali juga makin mengokohkan posisinya di urutan teratas setelah naik dari 96,83% di 2024.
Meski begitu, dinamika antardaerah memperlihatkan laju perubahan yang kontras. Kenaikan tertinggi diraih oleh Kalimantan Barat yang melonjak 6,81% menjadi 88,37%, diikuti Kalimantan Tengah dan Riau yang naik hampir 5%. Papua Pegunungan dan Papua Selatan juga mencatat perbaikan dengan kenaikan masing-masing 3,73% dan 4,21%.
Namun, laju positif tersebut tidak terjadi di semua wilayah. Sebanyak lima provinsi justru mengalami penurunan akses sanitasi layak dibanding tahun lalu. Penurunan terbesar dialami Papua yang merosot 3,86% dari 80,57% ke 76,71%, disusul Papua Tengah yang turun 1,71% ke 39,73%. Tiga provinsi lain yang sedikit terkoreksi tipis adalah Papua Barat (-0,45%), Kepulauan Riau (-0,27%), serta DKI Jakarta (-0,03%).