Sebanyak 18.504 personel kepolisian diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi di sejumlah titik wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (27/8). Pengamanan berskala besar dan berlapis ini mulai disiagakan sejak pukul 07.00 WIB demi memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Pola pengamanan di lapangan dibagi menjadi enam zona strategis. Zona 1 yang berpusat di area Gedung DPR/MPR RI dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung. Sementara itu, Zona 2 hingga Zona 6 yang membentang dari kawasan Semanggi, TVRI, Gerbang Pancasila, Palmerah, hingga Gedung BPK RI berada di bawah kendali Wakapolres AKBP Mirzal Maulana. Titik siaga tambahan juga ditempatkan di Bundaran HI dan Dukuh Atas untuk mengantisipasi pergerakan massa.
Berdasarkan pemantauan media DATASATU, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan yang humanis, ramah, dan mengutamakan dialog. Seluruh personel yang bertugas di lapangan dipastikan tidak dibekali senjata api maupun senjata tajam. Kepolisian memastikan akan tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyuarakan aspirasi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Selain menjaga keamanan massa, petugas kepolisian lalu lintas juga disiagakan untuk mengatur arus kendaraan secara situasional di sekitar lokasi demonstrasi. Masyarakat diimbau agar tetap tertib, menghindari titik-titik kepadatan, dan memanfaatkan rute alternatif yang telah disiapkan demi kelancaran aktivitas sehari-hari.