Aparat kepolisian menyiagakan ribuan personel gabungan guna mengamankan aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Jumat (19/6). Langkah antisipasi ini diambil untuk menjaga keamanan serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar area demonstrasi. Melansir Beritasatu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagulung, menyatakan bahwa pergerakan massa akan berpusat di beberapa kawasan strategis, mulai dari area Monumen Nasional (Monas) hingga kompleks DPR/MPR RI di Senayan.
Sebanyak 4.263 personel gabungan dari unsur Polda Metro Jaya, polres, hingga jajaran polsek dikerahkan ke lapangan demi memastikan situasi tetap kondusif. Aksi unjuk rasa yang diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dan pemuda ini dijadwalkan mulai bergerak pada pukul 09.00 WIB. Pihak kepolisian mengimbau para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib dan mematuhi peraturan yang berlaku.
Berdasarkan data yang dihimpun dari akun Instagram Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, dan pemantauan media DATASATU, kawasan Gedung DPR/MPR RI menjadi titik aksi utama bagi mayoritas massa. BEM Universitas Trisakti yang berkumpul di Tugu 12 Mei serta BEM Universitas Esa Unggul dari Kebon Jeruk dipastikan bergerak menuju kompleks parlemen tersebut. Kelompok ini membawa sejumlah tuntutan besar, mulai dari pemulihan stabilitas ekonomi dan politik, penurunan harga bahan pokok dan BBM bersubsidi, penolakan revisi UU Polri, hingga desakan evaluasi total terhadap proyek strategis nasional (PSN) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kompleks parlemen juga menjadi tujuan akhir dari massa PB HMI (MPO) yang memulai titik kumpul dari Gedung TVRI Senayan. Selain menolak dwifungsi TNI/Polri dan pemborosan anggaran negara, kelompok tersebut mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. Di sisi lain, aksi unjuk rasa juga akan memadati kawasan Bundaran HI dan Istana Negara oleh PP ISMEI yang menyoroti ancaman defisit APBN, depresiasi nilai tukar Rupiah, serta menuntut evaluasi terhadap kinerja Menko Perekonomian.
Sementara itu, pergerakan massa lainnya yang tergabung dalam Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara dilaporkan akan menggelar aksi di sekitar Tugu Tani dan Kementerian Keuangan RI. Berbeda dengan elemen lainnya yang telah merilis poin tuntutan secara terperinci sejak awal, fokus dan materi tuntutan spesifik dari gabungan kelompok pemuda tersebut hingga saat ini belum dirilis secara resmi ke publik.