Desil Warga Berubah, Begini Metode Penentuan Kategori Kesejahteraan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Desil Warga Berubah, Begini Metode Penentuan Kategori Kesejahteraan
Indikator dan Metode Penghitungan Desil

Ketidaksesuaian desil kembali menjadi perhatian masyarakat, salah satunya setelah muncul wacana pemerintah menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi berdasarkan kategori desil. Padahal, desil berfungsi sebagai pemeringkatan kesejahteraan relatif, bukan daftar penerima bantuan.

Informasi desil dapat digunakan kementerian/lembaga sebagai salah satu dasar menentukan sasaran atau prioritas program sesuai tujuan dan ketentuan masing-masing. Karena itu, penggunaan desil perlu dilihat berdasarkan konteks program yang dijalankan.

Ketidaktepatan pemeringkatan dapat membuat masyarakat miskin masuk kategori mampu hingga berujung pada penghentian bantuan sosial. Salah satu faktor yang ditemukan ialah kepemilikan pinjaman berjumlah besar yang dapat memengaruhi posisi keluarga dalam pemeringkatan.

Menurut penjelasan Badan Pusat Statistik (BPS), penentuan desil tidak hanya melihat penghasilan, kepemilikan barang, daya listrik, pekerjaan, atau satu indikator tertentu. Penilaian dilakukan secara bersama-sama berdasarkan kondisi rumah, sumber air minum, bahan bakar dan energi memasak, aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.

Berbagai karakteristik tersebut dihitung menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan berdasarkan kondisi yang dapat diamati.

Indikator dan Metode Penghitungan Desil - (BPS & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Indikator dan Metode Penghitungan Desil - (BPS & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

BPS menjelaskan, posisi desil dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi keluarga dan posisi relatifnya, sehingga Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)  perlu terus diperbarui melalui data administrasi, sensus dan survei, pembaruan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, ground check, dan informasi masyarakat melalui kanal yang tersedia.

Data Terkait

desil-tak-sesuai-kondisi-riil-ini-penyebab-dan-dampaknya-bagi-warga
Sosial Budaya

Desil Tak Sesuai Kondisi Riil, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Warga

Ketidaksesuaian desil dengan kondisi riil berdampak pada bansos. Adapun bansos diprioritaskan bagi kelompok desil 1-4 yang tergolong rentan hingga sangat miskin.

1 hari yang lalu

desil-tak-sesuai-kondisi-warga-pengaduan-muncul-di-sejumlah-daerah
Sosial Budaya

Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, Pengaduan Muncul di Sejumlah Daerah

Warga di sejumlah daerah mengeluhkan perubahan desil yang dinilai tak sesuai kondisi ekonomi, bahkan berdampak pada akses perlindungan sosial.

1 hari yang lalu

hadapi-inclusion-error-pemerintah-dorong-penyaluran-bansos-tepat-sasaran
Sosial Budaya

Hadapi Inclusion Error, Pemerintah Dorong Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Sebanyak 45% bansos masih mengalami inclusion error, pemerintah dorong penyaluran bansos agar tepat sasaran.

20 Agu 2026

anggaran-perlinsos-capai-rp-5499-triliun-di-rapbn-2027-ini-programnya
Ekonomi

Anggaran Perlinsos Capai Rp 549,9 Triliun di RAPBN 2027, Ini Programnya

Anggaran perlindungan sosial RAPBN 2027 naik 10% dari tahun lalu menjadi Rp 549,9 triliun. Adapun fokus pada 2027 menyasar kebutuhan dasar, pemberdayaan ekonomi, hingga pendidikan.

20 Agu 2026

industri-manufaktur-masih-ekspansi-indeks-tenaga-kerja-terkontraksi
Ekonomi

Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Indeks Tenaga Kerja Terkontraksi

BPS mencatat IKBM mencapai 52,31 pada kuartal II-2026 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, komponen tenaga kerja turun ke level kontraksi 49,92.

7 Agu 2026

pertumbuhan-industri-manufaktur-melambat-di-bawah-laju-pdb-nasional
Ekonomi

Pertumbuhan Industri Manufaktur Melambat, di Bawah Laju PDB Nasional

Pertumbuhan PDB manufaktur melambat menjadi 4,52% yoy pada triwulan II-2026, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% yoy.

7 Agu 2026