Dua lembaga riset nasional, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI), merilis hasil survei terkait elektabilitas tokoh calon presiden (capres) melalui simulasi terbuka. Hasil kedua survei menunjukkan persaingan menarik antara figur petahana dengan tokoh daerah yang melesat ke jajaran atas pilihan publik.
Berdasarkan temuan SMRC pada survei periode 1–10 Oktober 2026, nama Dedi Mulyadi keluar sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi mencapai 35,3%. Angka tersebut unggul cukup jauh atas Presiden Prabowo Subianto yang meraih 9,8% serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memperoleh 8,4%.
Pemandangan berbeda tampak pada data PPI yang dihimpun pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. Dalam simulasi terbuka tersebut, Prabowo Subianto memimpin bursa capres dengan elektabilitas sebesar 31,6%. Posisi berikutnya diisi oleh Dedi Mulyadi sebesar 11,4% sebagai tokoh lain dengan capaian tertinggi, disusul oleh Gibran Rakabuming Raka yang mengantongi dukungan 6,9%.