Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei nasional terkait evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Survei berlangsung pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% serta batas kesalahan (margin of error) sebesar ±2,9%.
Penilaian terhadap kinerja Presiden Prabowo mencatatkan tren positif. Sebanyak 5% responden menyatakan sangat puas dan 61% menyatakan puas, sehingga tingkat kepuasan kumulatif mencapai 66%. Sebaliknya, 28% responden mengaku tidak puas dan 6% sangat tidak puas (total ketidakpuasan 34%), tanpa ada responden yang memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Pemandangan berbeda tampak pada evaluasi terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tidak ada responden (0%) yang menyatakan sangat puas, dan hanya 19% yang menilai puas. Mayoritas responden justru menyatakan sentimen negatif, dengan 53% mengaku tidak puas dan 18% sangat tidak puas, sehingga akumulasi ketidakpuasan menembus 71%. Sebanyak 10% responden sisanya memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Survei IPO turut memotret keyakinan publik terhadap kapasitas Presiden dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendesak di tanah air. Hasilnya, 12% responden menyatakan sangat percaya dan 55% percaya, sehingga total keyakinan publik mencapai 67%. Di sisi lain, 22% responden menyatakan tidak percaya, 8% sangat tidak percaya, dan 3% tidak memberikan jawaban.
Hasil riset ini mengindikasikan adanya jurang kepuasan yang tajam di antara kedua figur pemimpin. Presiden Prabowo mengantongi modal kepercayaan dan kepuasan publik yang solid, sedangkan kinerja Wakil Presiden Gibran dinilai belum memuaskan oleh mayoritas masyarakat.