Survei pada 2026 memotret peta elektabilitas capres dan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serta Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Pada simulasi terbuka calon presiden, riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 1–10 Oktober 2026 mencatat elektabilitas Prabowo sebesar 9,8% dan Gibran 8,4%. Pada survei ini, nama Dedi Mulyadi memimpin di posisi teratas dengan raihan 35,3%. Sementara itu, survei Parameter Politik Indonesia (PPI) pada 26 September–6 Oktober 2026 menunjukkan Prabowo berada di urutan teratas dengan 31,6%, disusul Dedi Mulyadi 11,4%, dan Gibran 6,9%.
Dari sisi kinerja pemerintahan secara paket pasangan, tingkat kepuasan publik konsisten berada di atas separuh responden. PPI mendokumentasikan kepuasan kinerja duet Prabowo-Gibran mencapai 65,4% berbanding 32,5% yang tidak puas. Median (21 Juli–2 Agustus 2026) merekam angka kepuasan 56,2% dengan ketidakpuasan 36%. Sementara itu, Poltracking Indonesia (30 September–7 Oktober 2026) mencatat 55,3% responden merasa puas dan 40,9% menyatakan tidak puas.
Namun, perbedaan terlihat cukup kontras saat rapor kinerja dinilai secara individual. Temuan Indonesia Political Opinion (IPO) pada 12–20 Oktober 2026 menunjukkan kepuasan terhadap kinerja Prabowo mencapai 61% dengan tingkat ketidakpuasan 28%. Sebaliknya, kepuasan terhadap Gibran hanya tercatat 19%, dengan tingkat ketidakpuasan mencapai 53%. Tren serupa tampak pada data Arus Survei Indonesia (23–29 Juli 2026), di mana kepuasan Prabowo menyentuh 57,6% (tidak puas 40,6%), sedangkan kepuasan Gibran berada di 40,1% dengan ketidakpuasan 54,4%. Adapun survei SMRC yang mengkhususkan penilaian pada figur presiden mendapati kepuasan Prabowo berada di level 40,1% dan ketidakpuasan 39,1%.
Catatan paling kritis datang dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) periode 15 September–9 Oktober 2026. Lewat skala penilaian 1 sampai 10, ketidakpuasan terhadap kinerja Prabowo tercatat 48% (puas 28%) dan ketidakpuasan terhadap Gibran sebesar 45% (puas 34%). Angka 1 menjadi skor terbanyak yang diberikan oleh publik, di samping adanya penilaian kinerja terpisah yang dilakukan CELIOS terhadap kalangan pakar.
Secara keseluruhan, hasil survei dari berbagai lembaga tersebut memperlihatkan adanya perbedaan penilaian publik terhadap duet Prabowo-Gibran. Jika dinilai sebagai satu paket pemerintahan, mayoritas masyarakat masih merasa puas dengan angka di atas 50%. Namun ketika dinilai sendiri-sendiri, tingkat ketidakpuasan terhadap Gibran tampak lebih tinggi dibanding Prabowo di sejumlah riset. Hal ini terlihat dari pilihan calon presiden masyarakat yang belum pasti, sehingga tokoh di luar pemerintahan seperti Dedi Mulyadi masih bisa unggul di atas Prabowo.