Survei Median: DPR Kurang Dipercaya, Korupsi Jadi Masalah Utama

Rabu, 2 September 2026 | 15:18 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Survei Median: DPR Kurang Dipercaya, Korupsi Jadi Masalah Utama
Survei Median: DPR Kurang Dipercaya, Korupsi Jadi Masalah Utama

Lembaga survei Median merilis hasil riset terbaru mengenai dinamika politik nasional, termasuk tingkat kepercayaan publik terhadap berbagai institusi serta persoalan prioritas yang dinilai mendesak untuk diselesaikan. Pengambilan data berlangsung pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 melalui wawancara langsung secara tatap muka dengan melibatkan 1.212 responden dari kalangan warga pemilik hak pilih. Survei ini menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat yang proporsional menurut wilayah provinsi dan jenis kelamin.

Terkait tingkat kepercayaan terhadap institusi, Presiden menduduki peringkat teratas dengan angka kepercayaan publik mencapai 73,6%, sementara responden yang menyatakan tidak percaya sebesar 19,8% dan sisanya 6,6% tidak tahu atau tidak menjawab. Sosok pimpinan daerah dan pimpinan negara lainnya turut memperoleh angka kepercayaan yang tinggi, yakni Gubernur sebesar 71,1%, Bupati atau Walikota sebesar 70,3%, serta Wakil Presiden sebesar 70,2%. Di jajaran aparat pertahanan dan penegak hukum, TNI mencatat angka kepercayaan 69,3%, disusul KPK sebesar 58,4%, Mahkamah Konstitusi sebesar 56,9%, dan Kejaksaan Agung sebesar 50,8%.

Sebaliknya, catatan minor terlihat pada sejumlah lembaga politik dan penegak hukum lain. Partai Politik hanya mencatatkan tingkat kepercayaan 45,2% dengan 42,1% responden menyatakan tidak percaya. Polri memperoleh angka kepercayaan 43,2%, namun angka ketidakpercayaan publik terhadap kepolisian lebih besar yakni mencapai 48%. Posisi terbawah ditempati oleh DPR RI yang mencatat tingkat kepercayaan paling rendah yakni 37,3%, di mana mayoritas publik atau sebanyak 53,3% responden secara tegas menyatakan tidak percaya terhadap lembaga legislatif tersebut.

Di samping peta kepercayaan institusi, temuan survei melalui pertanyaan terbuka menunjukkan bahwa isu korupsi masih menjadi kekhawatiran terbesar masyarakat. Sebanyak 27,1% responden secara spontan menilai korupsi yang merajalela di era pemerintahan Prabowo sebagai masalah paling utama yang harus segera dituntaskan.

Selain pemberantasan korupsi, persoalan ekonomi dan kesejahteraan hidup mendominasi daftar pekerjaan rumah pemerintah menurut pandangan warga. Kondisi ekonomi yang dinilai menurun menjadi perhatian bagi 12,4% responden, disusul sulitnya mencari lapangan kerja sebesar 10,1%, masalah kemiskinan sebesar 7,4%, serta harga kebutuhan pokok yang kian mahal sebesar 5,3%. Sejumlah responden lain turut menyoroti bidang pendidikan yang dinilai kurang diperhatikan sebesar 5,1%, nilai tukar rupiah sebesar 4,3%, tata kelola program Makan Bergizi Gratis yang dinilai boros dan belum tertata sebesar 3%, pemerataan pembangunan sebesar 2,3%, hingga persoalan kenaikan harga BBM sebesar 1,7%.

Tingkat Kepercayaan terhadap Institusi & Prioritas Masalah yang Harus Diselesaikan - (Median/DATASATU)
Tingkat Kepercayaan terhadap Institusi & Prioritas Masalah yang Harus Diselesaikan - (Median/DATASATU)

Data Terkait

survei-median-sebut-mbg-jadi-program-terfavorit-namun-butuh-evaluasi
Sosial Budaya

Survei Median Sebut MBG Jadi Program Terfavorit, Namun Butuh Evaluasi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempati urutan teratas sebagai program pemerintah yang paling disukai masyarakat.

2 Sep 2026

survei-median-catat-562-publik-puas-kinerja-prabowo-gibran
Politik

Survei Median Catat 56,2% Publik Puas Kinerja Prabowo-Gibran

Sebanyak 56,2% masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

2 Sep 2026

perjalanan-panjang-ruu-perampasan-aset
Politik

Perjalanan Panjang RUU Perampasan Aset

Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset Tindak Pidana (RUU PATP) mencatatkan perjalanan panjang dan berliku di parlemen selama lebih dari satu dekade.

1 Sep 2026

ruu-perampasan-aset-jadi-sorotan-ini-poin-yang-diperdebatkan
Hukum & Keamanan

RUU Perampasan Aset Jadi Sorotan, Ini Poin yang Diperdebatkan

RUU Perampasan Aset ditarget selesai 15 Desember 2026, tetapi sejumlah aturan seperti NCB, kewenangan aparat, hingga pengelolaan aset masih menjadi perdebatan publik.

31 Agu 2026

ruu-perampasan-aset-sasar-13-tindak-pidana-ini-kriterianya
Hukum & Keamanan

RUU Perampasan Aset Sasar 13 Tindak Pidana, Ini Kriterianya

RUU Perampasan Aset memuat 13 kriteria tindak pidana yang dapat dikenai perampasan aset dan ditargetkan disahkan paling lambat Desember 2026.

31 Agu 2026

dpr-menetapkan-tiga-pimpinan-bank-indonesia-ini-profilnya
Politik

DPR Menetapkan Tiga Pimpinan Bank Indonesia, Ini Profilnya

DPR menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, bersama Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur.

28 Agu 2026