Sebanyak 56,2% masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Angka tersebut terbagi atas 41,2% responden yang merasa cukup puas dan 15% yang mengaku sangat puas.
Sementara itu, kelompok masyarakat yang menyatakan tidak puas berada di angka 36,0%. Rinciannya, sebanyak 24% responden merasa kurang puas dan 12% menyatakan tidak puas. Adapun 7,8% responden lainnya memilih jawaban tidak tahu atau tidak menjawab.
Berdasarkan jawaban terbuka responden, manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi alasan utama tingginya kepuasan publik dengan torehan 11,1%. Alasan lain yang menonjol adalah program pemerintah yang mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya (9,2%), komitmen pemberantasan korupsi (4%), dukungan nyata bagi petani seperti pupuk murah dan hasil panen dibeli mahal (3,1%), serta bantuan untuk masyarakat miskin (3%).
Faktor kepemimpinan dan etos kerja juga menyumbang penilaian positif, di antaranya dinilai tegas dalam memimpin (1,2%), sudah bekerja keras (1%), membuka lapangan kerja melalui program prioritas (1%), peduli rakyat kecil (0,8%), dan mengutamakan visi-misi kerja (0,7%).
Di sisi lain, isu korupsi dan tekanan ekonomi menjadi pemicu utama ketidakpuasan publik. Sebanyak 8,3% responden menyoroti adanya dugaan kasus korupsi yang melibatkan unsur pemerintahan, disusul anggapan bahwa program yang berjalan masih kurang berdampak langsung pada perekonomian (8,1%).
Kondisi biaya hidup turut memperkuat ketidakpuasan warga, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok (4,3%), kondisi ekonomi yang dirasa menurun (3,6%), kenaikan serta kelangkaan BBM (3%), pelemahan nilai tukar rupiah (2%), hingga penyaluran bansos yang dinilai belum tepat sasaran (2%). Alasan lainnya mencakup kinerja yang dinilai kurang terlihat (1,7%), kesejahteraan belum merata (1,7%), serta alokasi anggaran yang dianggap terlalu habis untuk program prioritas (1,3%).