Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan tiga pimpinan Bank Indonesia (BI). Adapun Destry Damayanti ditetapkan sebagai Gubernur BI untuk periode 2026-2031 pada Kamis (27/8).
Sebelumnya, Destry menjabat Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2019-2026. Melansir data Bank Indonesia, Destry pernah menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015-2019.
Kariernya dimulai di Citibank Indonesia pada 1997-2000, kemudian ia menjadi Senior Economic Adviser Kedutaan Besar Inggris pada 2000-2003.
Di 2005, Destry berkarier sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas dan menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri hingga 2015. Sementara pada periode 2014-2015, Destry menjabat sebagai Ketua Satgas Ekonomi Kementerian BUMN.
Perempuan kelahiran Jakarta, 1963 tersebut menempuh pendidikan S1 Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan S2 Master of Science Regional Science, Cornell University, New York, Amerika Serikat (AS).
Selain itu, DPR RI juga menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur periode 2026-2031.
Menurut BI, Aida menjabat Deputi Gubernur BI pada 2022-2026. Ia juga merupakan Asisten Gubernur BI bidang Kebijakan Strategis Sektor Moneter, Bauran Kebijakan BI dan sinergi dengan kebijakan nasional pada 2020-2022.
Sebelumnya, Aida menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (2018), serta Kepala Departemen Internasional (2014-2018). Ia memulai karier di BI sebagai Staf Analis Inflasi dan Proyeksi Perekonomian Indonesia sejak 1991.
Aida menamatkan pendidikan S1 Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), S2 Master of Economics University of Southern California, AS, dan PhD in Economics Claremont Graduate University, AS.
Sementara itu, sebelum ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI, Solikin menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter untuk periode 2022-2023.
Ia juga pernah menduduki jabatan Kepala Departemen Institut BI pada 2018-2022, serta Pelaksana Tugas Kepala Departemen Institut BI pada 2016-2018. BI menyebutkan, Solikin telah berkarier di BI sejak 1994.
Ia menempuh S1 Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Airlangga, kemudian menamatkan gelar Master of Economics di University of Michigan, serta S3 di Universitas Indonesia di bidang Economics Monetary.