BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75% pada Juli 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75% pada Juli 2026
Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada 21–22 Juli 2026. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.

Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada 21–22 Juli 2026. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan moneter yang diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global serta menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.

Sepanjang Januari–April 2026, BI mempertahankan BI-Rate di level 4,75% sebagai upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan pemulihan ekonomi domestik. Memasuki Mei 2026, BI mulai memperketat kebijakan moneter dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,25%, kemudian kembali menaikkannya menjadi 5,75% pada Juni 2026. Pada Juli 2026, BI memilih mempertahankan suku bunga tersebut untuk memastikan efektivitas transmisi kebijakan moneter sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan.

Secara keseluruhan, sepanjang Januari–Juli 2026, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps). Sikap mempertahankan BI-Rate pada Juli mencerminkan fokus Bank Indonesia pada kebijakan pro-stability, yaitu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan ekspektasi inflasi, serta memperkuat ketahanan perekonomian nasional di tengah dinamika pasar keuangan dan ketidakpastian global.

Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada 21–22 Juli 2026. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%. - (Bank Indonesia/Design by ChatGPT)
Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada 21–22 Juli 2026. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%. - (Bank Indonesia/Design by ChatGPT)

Data Terkait

daftar-pengunduran-diri-pejabat-tinggi-sektor-keuangan-sepanjang-2026
Politik

Daftar Pengunduran Diri Pejabat Tinggi Sektor Keuangan Sepanjang 2026

Pengunduran diri pejabat tinggi OJK, BEI, dan BI sepanjang 2026 terjadi di tengah dinamika pasar keuangan, tekanan publik, serta tuntutan penguatan tata kelola.

29 Jul 2026

langkah-menjaga-kepercayaan-investor-pasca-mundurnya-gubernur-bi
Politik

Langkah Menjaga Kepercayaan Investor Pasca Mundurnya Gubernur BI

Pengunduran diri Perry Warjiyo berisiko meningkatkan ketidakpastian pasar. Pemerintah dan BI didorong menjaga independensi, komunikasi, serta proses suksesi yang kredibel.

29 Jul 2026

ini-aturan-hukum-gubernur-bi-yang-harus-diketahui
Hukum & Keamanan

Ini Aturan Hukum Gubernur BI yang Harus Diketahui

UU BI mengatur syarat, masa jabatan 5 tahun, dan pemberhentian Gubernur BI.

29 Jul 2026

perry-warjiyo-mundur-begini-tahapan-suksesi-gubernur-bi
Ekonomi

Perry Warjiyo Mundur, Begini Tahapan Suksesi Gubernur BI

Perry Warjiyo mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti ditunjuk sebagai pejabat sementara. Suksesi Gubernur BI mengikuti proses usulan Presiden hingga DPR.

28 Jul 2026

kursi-gubernur-bi-berganti-ini-tugas-dan-wewenangnya
Ekonomi

Kursi Gubernur BI Berganti, Ini Tugas dan Wewenangnya

Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur BI, Destry Damayanti otomatis menjabat sementara dengan kewenangan strategis sesuai UU Bank Indonesia.

28 Jul 2026

dampak-pengunduran-diri-gubernur-bi-bagi-ekonomi-hingga-pasar-keuangan
Ekonomi

Dampak Pengunduran Diri Gubernur BI bagi Ekonomi hingga Pasar Keuangan

Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI berisiko memicu pelemahan rupiah, kenaikan yield SBN, tekanan pasar saham, dan mempersempit ruang fiskal.

28 Jul 2026