Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan BPS bersama OJK dan LPS, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57%. Angka tersebut meningkat 2,93 poin persentase dibandingkan 2025 yang sebesar 66,64%, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.
Secara provinsi, DKI Jakarta mencatat indeks literasi keuangan tertinggi di Indonesia, yakni 84,01%. Posisi tersebut diikuti Kalimantan Selatan sebesar 79,69% dan Bali sebesar 78,77%. Selanjutnya, Kepulauan Riau (78,29%) dan Kepulauan Bangka Belitung (78,10%) melengkapi lima besar.
Provinsi lain yang masuk dalam 10 besar adalah Sumatera Barat (76,65%), DI Yogyakarta (76,44%), Kalimantan Timur (73,12%), Kalimantan Tengah (73,06%), dan Jawa Tengah (72,83%). Komposisi tersebut menunjukkan bahwa provinsi dengan tingkat literasi keuangan tertinggi tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga mencakup wilayah Kalimantan, Bali, dan kawasan kepulauan.
Meski indeks literasi keuangan nasional terus meningkat, kesenjangan antarwilayah masih menjadi perhatian. Penguatan literasi keuangan perlu terus dilakukan secara lebih merata agar masyarakat di seluruh daerah memiliki kemampuan yang memadai untuk memahami, memilih, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara bijak dan sesuai kebutuhan.