Jumlah kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam lima tahun terakhir. Melansir data Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, populasi EV nasional telah mencapai lebih dari 274 ribu unit pada 2025. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2021 yang hanya sebesar 3,89 ribu unit.
Kenaikan tersebut menjadi indikator positif dalam percepatan transisi energi di sektor transportasi. Kendaraan listrik dinilai sebagai salah satu instrumen penting untuk menekan emisi karbon sekaligus mendukung target pemerintah dalam mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 mendatang.
Meski menunjukkan pertumbuhan pesat, kontribusi kendaraan listrik terhadap total populasi kendaraan nasional masih sangat kecil. Pada 2025, jumlah kendaraan di Indonesia tercatat mencapai 172,93 juta unit, sementara kendaraan listrik masih berada di bawah 1% dari total tersebut. Artinya, lebih dari 99% kendaraan di Indonesia masih didominasi oleh kendaraan konvensional yang mencapai 172,66 juta unit.
Di sisi lain, pertumbuhan kendaraan konvensional relatif lebih lambat dibandingkan kendaraan listrik, yakni hanya 21,60% dalam lima tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran tren menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan, meskipun adopsi kendaraan listrik masih membutuhkan percepatan untuk meningkatkan kontribusinya secara signifikan dalam sistem transportasi nasional.