Belajar dari Brazil Hingga Jepang, MBG Perlu Benahi Tata Kelola

Senin, 8 Juni 2026 | 18:54 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Belajar dari Brazil Hingga Jepang, MBG Perlu Benahi Tata Kelola
Tata Kelola Program Makan Sekolah di Berbagai Negara, 2026

Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah adanya perubahan fokus program, penyesuaian anggaran, serta munculnya kasus dugaan korupsi yang menyeret Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional ini berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Kepala BGN yang baru dilantik, Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa keberhasilan MBG tidak lagi hanya diukur dari jumlah penerima manfaat. Menurutnya, kualitas makanan, efektivitas distribusi, hingga tata kelola pelaksanaan program juga menjadi indikator utama. Ke depan, program MBG akan lebih difokuskan ke wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan bergizi.

Sebagai program dengan alokasi anggaran terbesar dalam APBN, tata kelola MBG menjadi perhatian penting. Ringkasan Kebijakan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) bertajuk "Tata Kelola yang Lebih Baik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia" pada April 2026 mengungkapkan bahwa Brazil, India, dan Jepang menerapkan pendekatan berbasis lokal dalam program makan sekolah. 

Di Brazil, implementasi sebagian besar dikelola pemerintah daerah dengan melibatkan vendor serta pemasok lokal. Pemerintah daerah bertanggung jawab mengelola program dari hulu hingga hilir, termasuk pengadaan dan kepatuhan terhadap standar nasional. Sementara itu, komunitas melalui penyedia makanan sekolah diwajibkan memantau penggunaan dana, kualitas gizi, serta pelibatan petani lokal. Pemerintah pusat berperan menyediakan pendanaan pangan sekaligus menetapkan standar dan persyaratan nasional.

Tata Kelola Program Makan Sekolah di Berbagai Negara, 2026 - (CIPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Tata Kelola Program Makan Sekolah di Berbagai Negara, 2026 - (CIPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

CIPS juga mencatat pola serupa diterapkan di India dan Jepang. Pemerintah pusat berfokus pada pendanaan, penetapan standar kualitas, dan penyusunan regulasi, sedangkan pelaksanaan operasional serta pengawasan lebih banyak dilakukan di tingkat daerah. 

Di India, komunitas terlibat dalam menyiapkan makanan berbasis sekolah, merekrut juru masak, serta memantau distribusi makanan secara lokal. Sementara di Jepang, siswa turut dilibatkan dalam proses penyiapan hingga pembersihan, serta didukung kerja sama dengan produsen pangan lokal untuk pengadaan bahan makanan. 

Berbeda dengan ketiga negara tersebut, China menerapkan pendekatan yang lebih terpusat. Program makan siang dikelola dan didanai pemerintah pusat, sementara sekolah menangani operasional di bawah pengawasan pemerintah daerah. 

Pemerintah pusat bertanggung jawab menyediakan pendanaan penuh, menetapkan pedoman nasional, dan melakukan koordinasi nasional, sedangkan pemerintah daerah berperan dalam pendampingan, pemantauan, pengelolaan pengadaan, serta penegakan keamanan pangan dan transparansi.

Data Terkait

sppg-didorong-masuk-wilayah-3t-tantangan-logistik-biaya-masih-tinggi
Ekonomi

SPPG Didorong Masuk Wilayah 3T, Tantangan Logistik-Biaya Masih Tinggi

Pemerintah memprioritaskan MBG di wilayah 3T dan kelompok 3B. Namun, riset CELIOS menyoroti tingginya biaya logistik, hambatan geografis, dan keterbatasan pemasok.

1 hari yang lalu

tata-kelola-mbg-dibenahi-bgn-fokus-tingkatkan-sop-dan-kualitas
Ekonomi

Tata Kelola MBG Dibenahi, BGN Fokus Tingkatkan SOP dan Kualitas

Pemerintah membenahi tata kelola MBG 2026 melalui efisiensi anggaran Rp 268 triliun, fokus penerima manfaat di daerah 3T serta kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita.

1 hari yang lalu

transparansi-mbg-disorot-pengawasan-independen-perlu-diperkuat
Ekonomi

Transparansi MBG Disorot, Pengawasan Independen Perlu Diperkuat

Evaluasi MBG perlu mempertimbangkan penguatan transparansi. Brazil dan Kolombia telah berhasil menjaga akuntabilitas melalui pengawasan independen pada program serupa.

2 hari yang lalu

ribuan-satuan-pelayanan-pemenuhan-gizi-alami-suspend
Hukum & Keamanan

Ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Alami Suspend

Data BGN periode Januari 2025-Mei 2026 menyebut, sebanyak 8.182 SPPG di seluruh Indonesia tercatat pernah dijatuhi sanksi pembekuan sementara atau suspend.

2 hari yang lalu

data-detail-penerima-mbg-berdasarkan-status-sekolah-dan-profilnya
Pendidikan

Data Detail Penerima MBG Berdasarkan Status Sekolah dan Profilnya

Pemerintah terus mematangkan kesiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 melalui pendataan komprehensif di berbagai jenjang pendidikan.

2 hari yang lalu

data-terbaru-capaian-program-makan-bergizi-gratis
Ekonomi

Data Terbaru Capaian Program Makan Bergizi Gratis

Hingga Juni 2026, MBG menjangkau 4,5 juta penerima di 22.760 sekolah, serap 1,28 juta pekerja, didukung 27.208 dapur, dan kini fokus moratorium ke wilayah 3T.

3 hari yang lalu