Kekeringan yang dipicu El Nino meningkatkan risiko penurunan produksi beras.
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada September-November 2026 turun 11,95% year on year (yoy) menjadi 7,06 juta ton.
Secara kumulatif, produksi beras pada Januari-November 2026 diperkirakan mencapai 32,34 juta ton, dengan produksi padi sebesar 56,13 juta ton.
Selain kekeringan, penurunan produksi beras juga dipengaruhi serangan hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) serta perubahan waktu pelaksanaan panen oleh petani.
Sementara itu, realisasi produksi beras sepanjang Januari-Agustus 2026 telah mencapai 25,29 juta ton. Pada periode yang sama, produksi padi tercatat sebesar 43,89 juta ton.
Luas panen sepanjang Januari-November diproyeksikan mencapai 10,56 juta hektare (ha), lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebagai pembanding, pada 2025 produksi padi mencapai 60,21 juta ton dan produksi beras sebesar 34,69 juta ton.