Peristiwa kebakaran hutan dan lahan berskala besar telah berulang kali melanda berbagai belahan dunia selama lebih dari satu abad terakhir. Berdasarkan catatan sejarah sejak tahun 1910 hingga 2024, setidaknya terdapat 16 peristiwa karhutla dahsyat yang menghanguskan jutaan hektare lahan, merenggut ratusan nyawa, serta merusak ekosistem dan keanekaragaman hayati secara global.
Pada paruh awal abad ke-20, kebakaran besar kerap memicu perubahan kebijakan penanganan bencana di berbagai negara. Peristiwa Great Fire of 1910 di Amerika Serikat membakar 1,2 juta hektare lahan dalam waktu dua hari dan menewaskan 85 orang, yang kemudian menjadi tonggak lahirnya kebijakan perlindungan hutan modern di AS. Tragedi serupa berlanjut pada The Great Fire of 1919 di Kanada dengan luas 2 juta hektare dan 11 korban jiwa, Black Friday Bushfires di Australia pada 1939 yang menewaskan 71 orang di area seluas 2 juta hektare, serta Chinchaga Fire di Kanada pada 1950 seluas 1,7 juta hektare yang kabut asapnya menyelimuti langit hingga ke benua Eropa.
Rekor kebakaran hutan terluas sepanjang sejarah dunia tercatat pada peristiwa New South Wales Bushfires di Australia periode 1974–1975. Kebakaran dahsyat ini menghanguskan sekitar 117 juta hektare lahan atau setara dengan 15% luas daratan benua Australia, menewaskan 6 orang, serta melumpuhkan jaringan komunikasi dan fasilitas pertanian setempat. Tragedi mematikan lainnya terjadi di perbatasan China dan Rusia melalui peristiwa Black Dragon Fire pada 1987 yang membakar 7,3 juta hektare lahan, menewaskan hingga 200 jiwa, melukai 250 orang, dan membuat puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal. Sementara itu, peristiwa Manitoba Wildfires di Kanada pada 1989 membakar 3,3 juta hektare lahan dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Memasuki era 2000-an, intensitas kebakaran lahan kian meningkat dan diperparah oleh fenomena perubahan iklim serta cuaca ekstrem. Kebakaran hutan taiga di Rusia pada 2003 menghanguskan hingga 22,5 juta hektare dan asapnya terdeteksi sampai ke Jepang, disusul Alaska Fire Season di AS pada 2004 seluas 2,6 juta hektare, kebakaran hutan Amazon di Bolivia pada 2010 seluas 1,5 juta hektare, Richardson Backcountry Fire di Kanada pada 2011 seluas 688 ribu hektare, serta kebakaran di Wilayah Barat Laut Kanada pada 2014 yang mencapai 3,5 juta hektare.
Dalam lima tahun terakhir, sejumlah kebakaran hutan kembali mencatatkan rekor baru. Peristiwa Black Summer di Australia pada 2019–2020 membakar hingga 19 juta hektare, menewaskan 33 orang, dan memusnahkan sekitar 1 hingga 3 miliar satwa liar. Rekor kebakaran era modern kemudian berlanjut di Rusia pada 2021 seluas 18,2 juta hektare, disusul kebakaran terparah dalam sejarah modern Kanada pada 2023 yang melahap 15 juta hektare lahan dan merenggut 8 nyawa petugas damkar. Terbaru, pada awal tahun 2024, kebakaran Smokehouse Creek di Texas, Amerika Serikat, menghanguskan lebih dari 445 ribu hektare lahan dan tercatat sebagai karhutla terbesar dalam sejarah negara bagian tersebut.