Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kalimantan, dipicu kondisi iklim yang sangat kering akibat dampak fenomena El Nino.
Data sementara Kementerian Kehutanan per 21 Agustus 2026 mencatat luas karhutla mencapai 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare di Kalimantan Timur, dan 400 hektare di Kalimantan Utara. Data tersebut masih diperbarui dan diverifikasi seiring perkembangan penanganan di lapangan.
Di Kalimantan Barat, BNPB memperkuat operasi udara melalui 4 unit water bombing dalam 8 sortie dengan 223 kali penjatuhan air sebanyak 1,05 juta liter yang menjangkau 13 hektare lahan.
BNPB juga mengarahkan 3 sortie dengan total 3 ribu kg bahan semai untuk mendorong pertumbuhan awan hujan, serta mengerahkan 1 unit armada patroli. Operasi darat oleh BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, DHLK dan unsur lainnya telah menangani karhutla seluas 104,8 hektare, dengan potensi pengerahan 2,75 ribu personel gabungan.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah, operasi udara melibatkan 2 armada patroli yang menemukan 25 spot api dengan 3 helikopter water bombing yang turut melakukan 159 kali penjatuhan air. Di operasi darat, satgas menangani 55,63 hektare lahan terbakar dengan dukungan 10,7 ribu personel BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, unsur Pemda dan Manggala Agni.
Lebih lanjut, penanganan di Kalimantan Selatan dilakukan dengan mengerahkan 2 unit patroli operasi udara dan 3 unit water bombing.
Adapun penanganan dilakukan dengan menjatuhkan air sebanyak 243 kali dengan volume 1,03 juta liter dan menangani sekitar 13 hektare lahan. Sebanyak 714 personel operasi darat juga menangani 40,9 hektare lahan terbakar di 11 wilayah tersebut.
Sedangkan sebanyak 111 personel Manggala Agni untuk operasi darat dan udara, termasuk pemadaman, pembasahan dan pendinginan dikerahkan oleh Kementerian Kehutanan untuk menangani karhutla di Kalimantan Timur.