BMKG Petakan Strategi Hadapi El Nino, Ini Antisipasi di Berbagai Sektor

Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
BMKG Petakan Strategi Hadapi El Nino, Ini Antisipasi di Berbagai Sektor
Rekomendasi Antisipasi Kekeringan Menurut Sektor

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Indonesia sedang mengalami fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah. BMKG juga mencatat bahwa kondisi tersebut dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga pertengahan Juli 2026, terdeteksi sebanyak 5.019 titik panas yang tersebar di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi bagi sektor-sektor yang berpotensi terdampak. Di sektor kehutanan, BMKG mengimbau peningkatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan potensi karhutla. Di samping itu, karhutla juga berisiko menyebabkan gangguan pernapasan.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat karhutla, mewaspadai perubahan pola penyebaran demam berdarah dengue (DBD) dan malaria, serta mengantisipasi ancaman heat stroke akibat cuaca panas ekstrem.

Rekomendasi Antisipasi Kekeringan Menurut Sektor - (BMKG/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Rekomendasi Antisipasi Kekeringan Menurut Sektor - (BMKG/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Di sektor pertanian, BMKG merekomendasikan pelaku usaha tani menyusun strategi jadwal musim tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering. Sementara itu, pada sektor sumber daya air (SDA) dan energi, BMKG menyarankan perhitungan ketersediaan bahan baku, penentuan volume air bendungan, serta antisipasi terhadap produksi listrik pembangkit listrik tenaga air (PLTA) guna mengendalikan lonjakan konsumsi energi.

Di balik tantangan tersebut, BMKG juga melihat adanya peluang pada sektor perikanan dan tambak garam selama musim kemarau. Momentum kemarau dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produksi garam serta memaksimalkan fenomena upwelling guna meningkatkan hasil tangkapan ikan. 

BMKG menegaskan akan terus memperbarui dan memutakhirkan informasi prediksi iklim untuk mendukung langkah adaptasi dan mitigasi yang responsif di seluruh sektor terdampak.

Data Terkait

rekor-karhutla-2015-lahan-indonesia-terbakar-hingga-jutaan-hektare
Lingkungan

Rekor Karhutla 2015 Lahan Indonesia Terbakar hingga Jutaan Hektare

Luas area terbakar pada 2015 menembus 2,61 juta hektare dan menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp220 triliun.

2 jam yang lalu

luas-karhutla-indonesia-tembus-107-ribu-hektare
Lingkungan

Luas Karhutla Indonesia Tembus 107 Ribu Hektare

Karhutla di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sepanjang semester I 2026. Data terbaru SiPongi Kemenhut, luas areal yang terbakar tembus 107 ribu hektare.

7 jam yang lalu

rekam-jejak-dampak-el-nino-kuat-di-indonesia-dari-1997-hingga-2026
Lingkungan

Rekam Jejak Dampak El Nino Kuat di Indonesia dari 1997 hingga 2026

Fenomena El Niño memberikan dampak signifikan bagi wilayah Indonesia. El Niño kuat terekam pernah terjadi di Indonesia pada 1997, 2015, 2023, dan 2026.

4 hari yang lalu

el-nino-berlanjut-hingga-2027-bmkg-petakan-risiko-kekeringan-di-indonesia
Lingkungan

El Nino Berlanjut hingga 2027, BMKG Petakan Risiko Kekeringan di Indonesia

El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027. BMKG mencatat 54,5% luas daratan Indonesia telah memasuki kemarau, dengan risiko karhutla meningkat pada Agustus 2026.

31 Jul 2026

titik-kekeringan-di-indonesia-dan-mitigasinya
Lingkungan

Titik Kekeringan di Indonesia dan Mitigasinya

Ancaman kekeringan akibat musim kemarau mulai meluas di wilayah Indonesia. Laporan BMKG hingga pertengahan Juli 2026: sekitar 78% dari total zona musim.

30 Jul 2026

sebaran-wilayah-karhutla-di-indonesia
Lingkungan

Sebaran Wilayah Karhutla di Indonesia

Kalbar catat karhutla terluas 28,680 ha dan Riau 15.372 ha. Total belasan daerah terdampak, pemadaman darat & udara terus berlangsung oleh BNPB & tim gabungan.

30 Jul 2026