El Nino Berlanjut hingga 2027, BMKG Petakan Risiko Kekeringan di Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 | 15:44 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
El Nino Berlanjut hingga 2027, BMKG Petakan Risiko Kekeringan di Indonesia
Potensi Kekeringan di Indonesia, Juli-November 2026

Indonesia memasuki periode musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino diperkirakan bertahan hingga awal kuartal pertama 2027, dengan puncak intensitas yang berpotensi melebihi kategori kuat. 

Berdasarkan data BMKG hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau 54,5% luas daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau, sementara 77 ZOM atau 11,8% luas daratan masih mengalami musim hujan dan 113 ZOM atau 33,7% luas daratan berada di wilayah dengan tipe satu musim.

Potensi Kekeringan di Indonesia, Juli-November 2026 - (BMKG/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Potensi Kekeringan di Indonesia, Juli-November 2026 - (BMKG/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Sejumlah daerah juga mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori sangat pendek hingga panjang. HTH terpanjang tercatat di PRH Katerban, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Selain itu, sebanyak 437 ZOM atau 48,77% luas daratan mengalami musim kemarau yang lebih panjang. Kondisi tersebut turut meningkatkan potensi kekeringan serta membutuhkan kewaspadaan terhadap dampaknya di berbagai wilayah.

Ancaman lain yang dipetakan BMKG adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga pertengahan Juli 2026, terdeteksi sebanyak 5.019 titik panas di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau. 

BMKG memproyeksikan Agustus 2026 menjadi puncak musim kemarau dengan cakupan mencapai 48,84% wilayah, sementara risiko karhutla diperkirakan meningkat dan mencapai titik tertinggi terutama di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan.

Puncak kemarau diperkirakan masih berlanjut hingga September 2026, ketika sebanyak 25,41% wilayah daratan masih berada dalam periode tersebut. Memasuki Oktober dan November 2026, curah hujan kategori tinggi diprediksi mulai muncul secara bertahap. 

Dengan El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027, pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kekeringan dan karhutla. Antisipasi sejak dini diperlukan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan, pertanian, hingga aktivitas masyarakat. 

Data Terkait

rekor-karhutla-2015-lahan-indonesia-terbakar-hingga-jutaan-hektare
Lingkungan

Rekor Karhutla 2015 Lahan Indonesia Terbakar hingga Jutaan Hektare

Luas area terbakar pada 2015 menembus 2,61 juta hektare dan menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp220 triliun.

2 jam yang lalu

luas-karhutla-indonesia-tembus-107-ribu-hektare
Lingkungan

Luas Karhutla Indonesia Tembus 107 Ribu Hektare

Karhutla di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sepanjang semester I 2026. Data terbaru SiPongi Kemenhut, luas areal yang terbakar tembus 107 ribu hektare.

7 jam yang lalu

rekam-jejak-dampak-el-nino-kuat-di-indonesia-dari-1997-hingga-2026
Lingkungan

Rekam Jejak Dampak El Nino Kuat di Indonesia dari 1997 hingga 2026

Fenomena El Niño memberikan dampak signifikan bagi wilayah Indonesia. El Niño kuat terekam pernah terjadi di Indonesia pada 1997, 2015, 2023, dan 2026.

4 hari yang lalu

bmkg-petakan-strategi-hadapi-el-nino-ini-antisipasi-di-berbagai-sektor
Lingkungan

BMKG Petakan Strategi Hadapi El Nino, Ini Antisipasi di Berbagai Sektor

El Nino meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla. Berbagai rekomendasi mitigasi disiapkan untuk sektor kehutanan, pertanian hingga perikanan.

4 Agu 2026

titik-kekeringan-di-indonesia-dan-mitigasinya
Lingkungan

Titik Kekeringan di Indonesia dan Mitigasinya

Ancaman kekeringan akibat musim kemarau mulai meluas di wilayah Indonesia. Laporan BMKG hingga pertengahan Juli 2026: sekitar 78% dari total zona musim.

30 Jul 2026

sebaran-wilayah-karhutla-di-indonesia
Lingkungan

Sebaran Wilayah Karhutla di Indonesia

Kalbar catat karhutla terluas 28,680 ha dan Riau 15.372 ha. Total belasan daerah terdampak, pemadaman darat & udara terus berlangsung oleh BNPB & tim gabungan.

30 Jul 2026