Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban dampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) per Selasa (25/8). Tercatat sebanyak 103 orang meninggal dunia dan 1.666 orang mengalami luka-luka akibat musibah tersebut.
Korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41 orang meninggal dunia, disusul Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 34 orang, dan Kabupaten Nagekeo 13 orang. Selain itu, korban jiwa juga dilaporkan di Kabupaten Sikka sebanyak 6 orang, Kabupaten Ngada 5 orang, Kabupaten Ende 2 orang, serta Kabupaten Manggarai Barat 1 orang.
Guncangan gempa juga memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Hingga Selasa, total pengungsi tercatat mencapai 185.131 orang yang tersebar di titik pengungsian terpusat maupun mengungsi secara mandiri. Angka tersebut mencakup penambahan 4.804 pengungsi baru dalam pembaruan data terkini.
Sementara itu, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di wilayah NTT. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sudah tercatat 7.029 kali gempa susulan sejak gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang.
Kekuatan gempa susulan tersebut berkisar antara magnitudo 1,1 hingga yang terbesar magnitudo 6,2. Pada hari Selasa saja, tercatat ada 141 kali gempa susulan yang getarannya dirasakan oleh masyarakat. Aktivitas kegempaan susulan ini diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam kurun waktu 3 hingga 4 pekan ke depan.