Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) dini hari telah memicu dampak kerusakan yang meluas. Berdasarkan pemutakhiran data resmi BMKG hingga Selasa (18/8), tercatat sudah terjadi sebanyak 2.119 kali gempa susulan di wilayah tersebut.
Dampak guncangan gempa menelan 68 korban jiwa dan menyebabkan 213 warga mengalami luka-luka, mulai tingkat ringan hingga berat. Korban meninggal dunia tersebar di sejumlah daerah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 orang dan Manggarai Timur 24 orang. Korban jiwa lainnya tercatat di Nagekeo sebanyak 8 orang, Sikka 4 orang, serta masing-masing 2 orang di Ende, Manggarai Barat, dan Ngada.
Selain korban jiwa, gempa merusak sedikitnya 7.968 rumah warga serta 744 fasilitas publik, yang mencakup 93 gedung sekolah, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah. Kerusakan fisik ini memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi ke tempat aman, termasuk 3.356 jiwa di Kabupaten Sikka, 2.078 jiwa di Manggarai, 500 jiwa di Nagekeo, hingga ratusan pengungsi lain yang mengungsi ke Bima dan Kepulauan Selayar.
Kondisi jalur transportasi darat saat ini sebagian terputus, terutama ruas Ende–Nagekeo yang masih dicari jalur alternatifnya, sementara ruas Larantuka–Maumere sudah kembali dapat dilalui kendaraan. Untuk mempercepat penanganan, status tanggap darurat telah diaktifkan di berbagai wilayah, dan sebuah Rumah Sakit Lapangan kini beroperasi melayani warga di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Bantuan untuk korban gempa di NTT pun mulai didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak. Melansir Beritasatu (18/8), pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait terus memperkuat koordinasi dalam penanganan darurat serta percepatan pemulihan pascagempa. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari makanan, obat-obatan, selimut, air bersih, hingga perlengkapan sanitasi. Distribusi bantuan dan penanganan pascabencana terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan mendesak para penyintas terpenuhi secara merata.