Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Kolombia Barat pada 10 Agustus 2026 pukul 07.34 waktu setempat. Pusat gempa berada di dekat Desa San José del Palmar, Provinsi Chocó, dengan kedalaman sekitar 103 hingga 110 kilometer. Menurut data yang dikeluarkan USGS (United States Geological Survey), peristiwa ini dipicu oleh pergeseran mendatar pada Lempeng Nazca yang menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Kuatnya guncangan bahkan terasa hingga ke negara tetangga seperti Venezuela, Ekuador, dan Panama.
Dampak bencana ini menelan sedikitnya 132 korban jiwa dan menyebabkan 570 orang luka-luka. Selain itu, lebih dari 1.500 rumah warga mengalami kerusakan berat maupun ringan. Diperkirakan sekitar 10,5 juta jiwa merasakan guncangan berskala kuat hingga sangat kuat. Kerusakan infrastruktur juga melanda sejumlah bandara regional di Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura.
Berdasarkan pemantauan media DATASATU, kota Pereira menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling parah meski berjarak sekitar 55 kilometer dari episentrum. Di kota ini, terdapat setidaknya 67 korban meninggal dunia dan 65 bangunan runtuh, di mana 15 lokasi di antaranya diduga masih menimbun warga. Kondisi tersebut memaksa pemerintah setempat memberlakukan jam malam. Sementara itu di Kota Cali, sebanyak 32 bangunan dilaporkan runtuh. Di Manizales, minimal dua orang dilaporkan tewas. Sebaliknya di pusat gempa, San José del Palmar, meski jalan akses rusak, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Merespons bencana berskala besar ini, Presiden Abelardo de la Espriella resmi menetapkan status Bencana Nasional. Bantuan internasional mulai mengalir, termasuk dukungan pemantauan satelit Copernicus dari Uni Eropa serta tawaran personel dan peralatan penyelamatan dari Amerika Serikat dan El Salvador.