Rekam Jejak Dampak El Nino Kuat di Indonesia dari 1997 hingga 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:20 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Rekam Jejak Dampak El Nino Kuat di Indonesia dari 1997 hingga 2026
Rekam Jejak Dampak El Nino Kuat di Indonesia dari 1997 hingga 2026

Fenomena El Niño dengan intensitas kuat telah berulang kali memberikan dampak signifikan bagi wilayah Indonesia. Berdasarkan data BMKG, BRIN, dan media monitoring DATASATU, rekam jejak sejarah menunjukkan bagaimana iklim global ini memicu kekeringan ekstrem, mengganggu ketahanan pangan, hingga memaksa pemerintah mengambil langkah darurat.

Pada tahun 1997, kombinasi El Niño kuat dan fenomena IOD (Indian Ocean Dipole) positif memicu penurunan curah hujan secara drastis di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Selain mencetak rekor suhu panas global dan memperburuk kebakaran hutan, laporan WWF mencatat bahwa krisis sektor pertanian saat itu memaksa Bulog melakukan operasi pasar beras terbesar sepanjang sejarah, yakni mencapai 2,5 juta ton untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Kondisi serupa kembali terjadi pada 2015 saat El Niño berkombinasi dengan perubahan iklim global. Bencana kekeringan melanda 16 provinsi dan menyebabkan defisit air hingga 20 miliar meter kubik di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Dampaknya, seluas 111.000 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan. Pemerintah merespons krisis ini dengan mendistribusikan air bersih serta menggelar operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan menggunakan pesawat CN-295.

Berlanjut ke tahun 2023, fenomena El Niño yang bertahan hingga akhir tahun berdampak pada 63% wilayah Indonesia, terutama bagian timur. Dalam laporannya, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DJPI KLHK) menyebut bahwa meskipun menyebabkan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 994.313,18 hektar, upaya pencegahan sejak awal tahun berhasil menekan area kebakaran 30,80% lebih kecil dibanding 2019 melalui patroli terpadu, operasi TMC, dan pemadaman udara water bombing.

Sementara pada tahun 2026, fenomena El Niño kuat tercatat datang lebih cepat akibat anomali iklim dunia, memendekkan siklus normal empat tahunan menjadi hanya tiga tahun. Dengan indeks ENSO mencapai +1,59 yang berpotensi menjadi sangat kuat, pemanasan suhu laut Pasifik menekan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia. Hal ini berpotensi membuat musim kemarau menjadi jauh lebih kering dan berdurasi panjang, sekaligus menjadi tantangan serius bagi berbagai sektor pembangunan nasional.

Data Peristiwa El Nino Kuat di Indonesia - (BMKG, BRIN, WWF, KLHK, & media monitoring DATASATU/desain oleh No/DATASATU)
Data Peristiwa El Nino Kuat di Indonesia - (BMKG, BRIN, WWF, KLHK, & media monitoring DATASATU/desain oleh No/DATASATU)

Data Terkait

bmkg-petakan-strategi-hadapi-el-nino-ini-antisipasi-di-berbagai-sektor
Lingkungan

BMKG Petakan Strategi Hadapi El Nino, Ini Antisipasi di Berbagai Sektor

El Nino meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla. Berbagai rekomendasi mitigasi disiapkan untuk sektor kehutanan, pertanian hingga perikanan.

4 Agu 2026

el-nino-berlanjut-hingga-2027-bmkg-petakan-risiko-kekeringan-di-indonesia
Lingkungan

El Nino Berlanjut hingga 2027, BMKG Petakan Risiko Kekeringan di Indonesia

El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027. BMKG mencatat 54,5% luas daratan Indonesia telah memasuki kemarau, dengan risiko karhutla meningkat pada Agustus 2026.

31 Jul 2026

mengenal-fenomena-bediding-di-malang
Lingkungan

Mengenal Fenomena Bediding di Malang

Kota Malang sedang mengalami sebuah fenomena cuaca yang dikenal dengan bediding. Fenomena tersebut sudah dirasakan sejak awal musim kemarau di bulan Juni dan diprediksi berlanjut hingga September 2026.

3 Jul 2026

pemerintah-perkuat-cadangan-pangan-hadapi-ancaman-godzilla-el-nino
Lingkungan

Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Hadapi Ancaman Godzilla El Nino

BRIN memprediksi fenomena Godzilla El Nino yang diperkuat Indian Ocean Dipole (IOD) positif akan melanda Indonesia mulai April 2026

31 Mar 2026

bencana-alam-2025-didominasi-dampak-krisis-iklim
Lingkungan

Bencana Alam 2025 Didominasi Dampak Krisis Iklim

Data BNPB menunjukkan hampir seluruh bencana 2025 dipicu perubahan iklim.

11 Jan 2026