Fakta Mengenai Kelok 23 di Bantul

Jumat, 18 September 2026 | 16:38 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Fakta Mengenai Kelok 23 di Bantul
Fakta Mengenai Kelok 23 di Bantul

Pemerintah mulai melakukan uji coba jalan secara terbatas pada Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan Kapanewon Kretek di Kabupaten Bantul dengan Girijati, Purwosari di Kabupaten Gunungkidul. Jalur yang juga dikenal sebagai Kelok 18 ini mulai dibuka pada Senin (14/9) dan dijadwalkan berlangsung selama 7 hari.

Selama masa uji coba, akses jalur hanya dibuka mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Selain itu, pengendara yang diperbolehkan melintas dibatasi hanya untuk sepeda motor roda dua serta mobil pribadi roda empat. Kendaraan besar seperti bus dan truk dilarang melintas, dengan pemasangan portal pembatas ketinggian demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Larangan kendaraan berat diberlakukan karena masih berlangsungnya pengerjaan paket lanjutan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer di bagian ujung menuju Girijati, sehingga ruang manuver kendaraan besar masih terbatas. Jalur ini ditargetkan dapat beroperasi penuh pada rentang September atau Oktober 2026.

Proyek Kelok 23 dibangun dengan nilai anggaran sebesar Rp341,092 miliar. Masa konstruksinya dimulai sejak akhir 2023 dan berhasil rampung pada akhir Agustus 2026. Ruas ini memiliki total bentang sepanjang 5,64 kilometer dengan lebar aspal 7 meter, di mana ruas utama sepanjang 5 kilometer sudah selesai dikerjakan, termasuk 1,9 kilometer yang berada di wilayah Gunungkidul.

Tidak sekadar jalur transportasi, Kelok 23 juga dirancang sebagai destinasi wisata dengan fasilitas penunjang. Di sepanjang perbukitan yang menghadap laut selatan ini, disiapkan tiga titik gardu pandang serta area istirahat atau rest area terpadu untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga setempat.

Melansir Beritasatu (18/9), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kehadiran jalur Pantai Selatan (Pansela) ini ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa. Keberadaan Kelok 23 diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardaerah, membuka akses ke sentra ekonomi dan kawasan wisata pesisir, serta mendorong pemerataan investasi di wilayah selatan Yogyakarta.

Profil Kelok 23 di Bantul - (Kementerian PU & BPK DIY/DATASATU)
Profil Kelok 23 di Bantul - (Kementerian PU & BPK DIY/DATASATU)

Data Terkait

tingkat-kepuasan-infrastruktur-indonesia-lampaui-rata-rata-global
Sosial Budaya

Tingkat Kepuasan Infrastruktur Indonesia Lampaui Rata-Rata Global

Riset IPSOS menunjukkan variasi yang cukup besar terkait tingkat kepuasan publik terhadap pembangunan infrastruktur nasional di 29 negara.

17 Jul 2026

long-weekend-dorong-kepadatan-stasiun-yogyakarta-jadi-magnet-wisata
Ekonomi

Long Weekend Dorong Kepadatan Stasiun, Yogyakarta Jadi Magnet Wisata

Mobilitas masyarakat meningkat saat long weekend 27 Mei-1 Juni 2026. Yogyakarta menjadi destinasi favorit, sementara Pasar Senen tercatat sebagai stasiun tujuan utama pelanggan KAI.

2 Jun 2026

jalan-nasional-tak-mantap-masih-terkonsentrasi-di-papua
Ekonomi

Jalan Nasional Tak Mantap Masih Terkonsentrasi di Papua

Papua Pegunungan mencatat porsi jalan nasional tidak mantap tertinggi pada 2025, disusul provinsi lainnya di Papua menandakan tantangan infrastruktur serius.

11 Feb 2026

10-provinsi-dengan-kemantapan-jalan-nasional-tertinggi
Ekonomi

10 Provinsi dengan Kemantapan Jalan Nasional Tertinggi

Kepulauan Bangka Belitung mencatat kemantapan jalan nasional tertinggi pada 2025 dengan 99,90%, disusul Riau dan Sulawesi Utara.

11 Feb 2026

sumatera-utara-catat-jalan-nasional-terpanjang-di-2024
Ekonomi

Sumatera Utara Catat Jalan Nasional Terpanjang di 2024

Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jalan nasional terpanjang pada 2024, yaitu mencapai 2.619,52 km.

4 Feb 2026