Realisasi pembiayaan utang neto hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai Rp 506 triliun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, angka tersebut berasal dari SBN neto sebesar Rp 527,4 triliun dan komponen pinjaman negatif sebesar Rp 21,4 triliun.
Adapun komponen pinjaman yang negatif menunjukkan pembayaran pinjaman lebih besar dibandingkan dengan kenaikan pinjaman baru. Sementara itu, realisasi pembiayaan utang tersebut telah mencapai 60,80% dari target APBN 2026.
Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan target pembiayaan utang sebesar Rp 832,2 triliun. Adapun pada 2025, realisasi pembiayaan utang anggaran tercatat mencapai Rp 736,3 triliun.
Dalam 10 tahun terakhir, realisasi pembiayaan utang anggaran pada 2025 tersebut meningkat 82,70% dibandingkan Rp 403,01 triliun pada 2016.