Inflasi medis naik signifikan di hamper seluruh negara ASEAN pada 2025. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indonesia diprediksi menempati posisi tertinggi, yakni 13,6%, melampaui Thailand (13,1%) dan Malaysia (12,5%). Padahal, inflasi medis di Indonesia cenderung stabil pada kisaran 9% hingga 10% sepanjang 2019–2024. Hal ini menandakan adanya tekanan biaya kesehatan yang semakin berat di Indonesia, yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat serta kebijakan asuransi kesehatan di masa depan.
Di sisi lain, OJK memprediksi beberapa negara ASEAN yang mengalami lonjakan inflasi kesehatan pada 2025 dibanding tahun sebelumnya. Adapun proyeksi lonjakan inflasi medis terbesar yakni Vietnam, dari 2,4% pada 2024 menjadi 9,5% pada 2025, kemudian Thailand, yang naik dari 7,1% menjadi 13,1% pada 2025, lalu Indonesia, yang naik dari 10,1% ke 13,6% pada 2025. Secara keseluruhan inflasi medis di berbagai negara ASEAN pada tahun 2025 justru lebih tinggi dibandingkan periode pada saat pandemi Covid-19 yang dimulai dari 2020 lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa ketika pandemi mereda, masyarakat kembali mengakses layanan yang sempat tertunda, sementara harga obat dan peralatan medis terus meningkat sehingga menambah tekanan pada inflasi medis.