Laporan mengenai tingkat mortalitas di 37 negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) menunjukkan bahwa penyakit sistem sirkulasi dan neoplasma atau kanker tetap menjadi ancaman kesehatan terbesar di dunia. Penyakit sirkulasi menempati urutan pertama dengan kontribusi sebesar 28,5 persen dari total kematian, di mana penyakit jantung iskemik dan serebrovaskular menjadi faktor dominan. Sementara itu, kelompok penyakit neoplasma menyusul di posisi kedua dengan angka 22 persen, yang sebagian besar didorong oleh keganasan pada organ paru-paru, kolorektal, dan payudara.
Selain penyakit kronis tidak menular, data ini juga menyoroti dampak signifikan dari gangguan sistem pernapasan dan faktor eksternal lainnya. Penyakit pernapasan seperti PPOK dan pneumonia menyumbang 8,7 persen dari total mortalitas, disusul oleh faktor eksternal sebesar 7 persen yang mencakup kecelakaan, bunuh diri, hingga insiden transportasi. Menariknya, COVID-19 masih tercatat sebagai penyebab tunggal yang signifikan dengan kontribusi sebesar 5,2 persen terhadap total populasi kematian di negara-negara tersebut.
Secara keseluruhan, total kematian yang tercatat mencapai angka 12.878.139 jiwa dengan distribusi penyebab yang sangat beragam. Selain kategori utama di atas, masalah kesehatan mental dan sistem saraf seperti demensia dan Alzheimer juga memberikan tekanan besar pada sistem kesehatan dengan total gabungan lebih dari 8 persen. Data ini memberikan gambaran krusial bagi pembuat kebijakan untuk memprioritaskan intervensi medis pada pencegahan penyakit kardiovaskular dan deteksi dini kanker guna menekan angka kematian di masa depan.