B50 Dipercepat, Ini Deretan Manfaat Mandatori Biodiesel bagi Ekonomi RI

Kamis, 2 April 2026 | 16:12 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
B50 Dipercepat, Ini Deretan Manfaat Mandatori Biodiesel bagi Ekonomi RI
Manfaat Ekonomi Mandatori Biodiesel Nasional

Pemerintah mempercepat implementasi mandatori biodiesel B50 sebagai langkah strategis menghadapi tekanan geopolitik global, khususnya konflik Iran-AS yang memicu krisis energi. Kebijakan ini menargetkan penghematan subsidi energi sebesar Rp 48 triliun melalui pencampuran minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sebesar 50% ke dalam solar.

Program tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi dan meningkatkan efisiensi konsumsi energi nasional. Selain menjadi alternatif pengganti minyak mentah, kebijakan ini juga dinilai mampu memberikan dorongan positif bagi perekonomian domestik.

Mengacu pada data Kementerian ESDM, penerapan B50 berpotensi menurunkan konsumsi BBM berbasis fosil hingga 4 juta kilo liter per tahun. Implementasi ini juga diproyeksikan membuat Indonesia mengalami surplus solar pada 2026, yang mencerminkan meningkatnya ketahanan energi melalui penurunan ketergantungan terhadap impor.

Secara historis, program mandatori biodiesel telah menunjukkan dampak signifikan sejak pertama kali diterapkan pada 2008 melalui B1 hingga B20, kemudian berkembang hingga B40 saat ini. Berdasarkan kajian Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), rata-rata impor solar bulanan pada 2019 turun 45% dibandingkan 2018. Bahkan pada 2020, Indonesia tercatat tidak lagi mengimpor solar, dengan penghematan devisa mencapai Rp 63,4 triliun. 

Manfaat Ekonomi Mandatori Biodiesel Nasional - (ESDM, BPDP & berbagai sumber/Diproduksi Gemini AI)
Manfaat Ekonomi Mandatori Biodiesel Nasional - (ESDM, BPDP & berbagai sumber/Diproduksi Gemini AI)

Sementara itu, implementasi B40 berhasil menekan impor solar sebesar 3,3 juta kL dan menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp 130,21 triliun pada 2025, serta menciptakan nilai tambah hilirisasi CPO menjadi biodiesel sebesar Rp 20,43 triliun.

Data Terkait

impor-migas-tinggi-asean-hadapi-kerentanan-energi-global
Ekonomi

Impor Migas Tinggi, ASEAN Hadapi Kerentanan Energi Global

Gejolak Timur Tengah meningkatkan risiko krisis energi di ASEAN. Laos, Thailand, dan Kamboja paling rentan akibat tingginya impor migas.

5 Mei 2026

singapura-dan-hong-kong-jadi-negara-paling-rapuh-hadapi-krisis-energi
Ekonomi

Singapura dan Hong Kong Jadi Negara Paling Rapuh Hadapi Krisis Energi

Laporan terbaru JP Morgan tahun 2026 merilis daftar negara yang paling rentan terhadap ledakan harga energi dunia.

26 Apr 2026

gencar-sosialisasi-papua-barat-catat-adopsi-kompor-listrik-tertinggi
Ekonomi

Gencar Sosialisasi, Papua Barat Catat Adopsi Kompor Listrik Tertinggi

Kompor listrik mampu menghemat impor LPG, namun penggunaannya masih minim. Papua Barat catat penggunaan tertinggi 4,03%, didorong sosialisasi dan edukasi.

21 Apr 2026

tren-pengguna-turun-transisi-kompor-listrik-perlu-dioptimalkan
Ekonomi

Tren Pengguna Turun, Transisi Kompor Listrik Perlu Dioptimalkan

Transisi kompor listrik didorong guna menekan impor LPG, namun dalam 5 tahun terakhir penggunaannya justru menurun sehingga perlu dioptimalkan.

20 Apr 2026

kompor-listrik-dinilai-mampu-atasi-impor-lpg-tapi-adopsi-masih-minim
Ekonomi

Kompor Listrik Dinilai Mampu Atasi Impor LPG, Tapi Adopsi Masih Minim

Kompor listrik dinilai bisa menekan ketergantungan LPG, tapi adopsinya baru 0,43% rumah tangga di Indonesia.

20 Apr 2026

beban-impor-energi-tekan-ri-sawit-berpotensi-dorong-kemandirian-energi
Ekonomi

Beban Impor Energi Tekan RI, Sawit Berpotensi Dorong Kemandirian Energi

Tingginya harga minyak dan ketergantungan impor dapat membebani ekonomi RI. Industri sawit berpotensi jadi solusi untuk mendorong kemandirian energi nasional.

10 Apr 2026