Penutupan jalur perdagangan di Selat Hormuz telah memicu lonjakan tajam harga minyak mentah dunia sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi. Di tengah ketidakpastian ini, ketahanan energi negara-negara ASEAN menjadi sorotan. Thailand memimpin dengan cadangan BBM mencapai 95 hari—melampaui standar International Energy Agency (IEA) sebesar 90 hari.
Sebaliknya, kondisi kontras terlihat pada negara anggota lainnya. Malaysia tercatat memiliki cadangan selama 60 hari, Filipina 45 hari, dan Vietnam hanya 20 hari. Indonesia berada dalam posisi yang rentan dengan cadangan BBM yang hanya mampu bertahan selama 28 hari, jauh di bawah rata-rata internasional. Data ini menjadi alarm penting bagi pemerintah untuk segera memperkuat strategi cadangan energi nasional demi menjaga stabilitas ekonomi dari guncangan global.