Aksi solidaritas dan gelombang protes pecah di berbagai belahan dunia sebagai respons atas ketegangan perang di Timur Tengah, khususnya pasca-tewasnya Ali Khamenei. Di Jakarta, warga membentangkan poster empati di depan Kedutaan Besar Iran, sementara itu mahasiswa di Surabaya menyerukan perdamaian dunia dan mendesak penghentian perang. Sentimen serupa terjadi di London dan 40 kota di Amerika Serikat, di mana massa mengecam kebijakan militer yang dianggap membahayakan warga sipil dan menuntut penghentian pertumpahan darah demi kepentingan minyak.
Di Eropa, unjuk rasa anti-imperialisme dan tuntutan hak asasi manusia mendominasi ruang publik di Athena dan Paris. Demonstran di Yunani mendesak agar negara mereka tidak terlibat dalam konflik, sedangkan aktivis di Prancis menyuarakan dukungan terhadap perubahan demokratis di Iran. Sementara itu, di Warsawa, Polandia, pengunjuk rasa melontarkan kecaman keras terhadap pemimpin AS dan Israel. Masyarakat Polandia juga menyebut tindakan AS dan Israel sebagai bentuk kejahatan perang.