Konflik Iran-AS Angkat Saham Energi dan Emas, Bagaimana Kinerjanya Kini?

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:54 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Konflik Iran-AS Angkat Saham Energi dan Emas, Bagaimana Kinerjanya Kini?
Saham yang Diuntungkan Saat Konflik AS-Iran

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat sentimen konflik Iran-AS justru memberikan dorongan awal bagi saham energi dan emas. Lonjakan harga minyak mentah Brent yang dipicu penutupan Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran krisis energi global, sehingga saham sektor komoditas sempat menjadi primadona di pasar.

Pada 2 Maret 2026, saham sektor migas dan batu bara mencatatkan kenaikan signifikan setelah serangan pertama AS ke Iran pada 28 Februari 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saham PT Elnusa Tbk (ELSA) melonjak 17,65%, diikuti saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang masing-masing naik sebesar 15,65% dan 12,40%. Di sektor batu bara, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memimpin, dengan masing-masing kenaikan sebesar 15,53% dan 7,03% pada penutupan perdagangan 2 Maret 2026.

Saham yang Diuntungkan Saat Konflik AS-Iran - (BEI & berbagai sumber/Karen Agatha)
Saham yang Diuntungkan Saat Konflik AS-Iran - (BEI & berbagai sumber/Karen Agatha)

Kenaikan juga terjadi pada saham emas. Data BEI menunjukkan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) memimpin penguatan sebesar 6,12%, disusul PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT J Resources Asia Pasifik Tbk, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk yang masing-masing naik di kisaran 5%. Peningkatan harga minyak global turut mendorong harga emas sebagai aset safe haven, di mana pada Senin (2/3), harga emas naik 0,94% sebagai respons atas serangan AS ke Iran.

Namun, dalam satu bulan terakhir, tren tersebut berbalik arah. IHSG tercatat melemah hingga 11,48% dan berada di level 7.053,8 per Selasa (31/3). Di saat yang sama, tekanan makro ekonomi meningkat, terutama potensi defisit fiskal yang diperkirakan melampaui 3%. Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa jika harga minyak rata-rata mencapai US$ 92 per barel, defisit anggaran dapat melebar hingga sekitar 3,6-3,7% terhadap PDB. Sementara itu, hingga Selasa (31/3) pukul 13.36 WIB, harga minyak Brent menurut Investing telah mencapai US$ 107,38 per barel, yang memperbesar risiko defisit di atas 3%.

Tekanan ini turut memicu aksi profit taking di pasar saham, termasuk pada sektor energi. Saham ELSA mencatat koreksi terdalam hingga 26%, diikuti saham PGAS dan INDY yang masing-masing turun lebih dari 20%. Meski harga komoditasnya masih tinggi, pelemahan IHSG dan meningkatnya risiko makro membuat kinerja saham energi dan emas cenderung rawan terkoreksi dalam jangka pendek.

Data Terkait

konflik-as-dan-iran-memanas-di-selat-hormuz
Internasional

Konflik AS dan Iran Memanas di Selat Hormuz

Eskalasi militer antara AS dan Iran kembali memuncak setelah kedua belah pihak saling meluncurkan serangan udara pada akhir pekan, 27–28 Juni 2026.

30 Jun 2026

saham-berbobot-besar-di-msci-tertekan-usai-pengumuman-review-juni-2026
Ekonomi

Saham Berbobot Besar di MSCI Tertekan Usai Pengumuman Review Juni 2026

Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status Indonesia ke Frontier Market memicu koreksi IHSG ke 5.883,88 dan menekan sejumlah saham berbobot besar di MSCI.

25 Jun 2026

gejolak-ihsg-sepanjang-2026-tertekan-sentimen-msci-dan-faktor-domestik
Ekonomi

Gejolak IHSG Sepanjang 2026, Tertekan Sentimen MSCI dan Faktor Domestik

IHSG bergerak fluktuatif sepanjang 2026, mulai dari rekor 9.134,70 hingga melemah ke 6.116,69 seiring sentimen MSCI, aksi jual investor, dan faktor domestik.

23 Jun 2026

net-sell-asing-membayangi-bursa-asean-indonesia-catat-outflow-jumbo
Ekonomi

Net Sell Asing Membayangi Bursa ASEAN, Indonesia Catat Outflow Jumbo

Aksi jual investor asing masih membayangi pasar saham ASEAN. Indonesia mencatat net sell asing sebesar US$ 1,95 miliar pada kuartal I-2026, tertinggi di kawasan.

6 Jun 2026

ihsg-anjlok-591-dan-rupiah-tembus-rp18000-per-dolar-as-dalam-sepekan
Ekonomi

IHSG Anjlok 5,91% dan Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dalam Sepekan

Dalam sepekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 5,91% ke level 5.839,79 pada penutupan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Sementara, rupiah menyentuh level Rp18.023 per dolar AS, melemah sekitar 1,37% dalam sepekan terakhir.

4 Jun 2026

ihsg-tertinggal-dari-bursa-utama-dunia
Ekonomi

IHSG Tertinggal dari Bursa Utama Dunia

Dalam periode 2 Maret–2 Juni 2026, pergerakan bursa saham global menunjukkan kinerja yang beragam. KOSPI mencatatkan kinerja luar biasa, yakni naik 40,96%. Sementara, IHSG terkoreksi 22,72%.

2 Jun 2026