Konflik Timur Tengah Tekan Sektor Ekonomi, Transportasi Paling Terdampak

Senin, 30 Maret 2026 | 12:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Konflik Timur Tengah Tekan Sektor Ekonomi, Transportasi Paling Terdampak
Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Sektor Ekonomi, 2026

Eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran mulai memberi tekanan pada berbagai sektor ekonomi. Ketegangan di kawasan Teluk Persia hingga Selat Hormuz mengganggu jalur distribusi perdagangan dunia. Di saat yang sama, lonjakan harga energi mendorong harga minyak mencapai sekitar US$ 100 per barel, sehingga memperbesar tekanan biaya di berbagai sektor ekonomi.

Dampak langsung terlihat pada sektor transportasi dan logistik. Gangguan pelayaran memperlambat distribusi barang serta meningkatkan biaya pengiriman. Risiko yang meningkat juga mendorong kenaikan premi asuransi kargo dan biaya keamanan, sehingga margin pelaku logistik tertekan. Di sektor pariwisata, mobilitas lintas negara menurun akibat ketidakpastian geopolitik, yang berdampak pada penurunan jumlah wisatawan dan aktivitas ekonomi pendukungnya.

Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Sektor Ekonomi, 2026 - (Investor Daily & berbagai sumber/Karen Agatha)
Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Sektor Ekonomi, 2026 - (Investor Daily & berbagai sumber/Karen Agatha)

Gangguan rantai pasok turut memengaruhi operasional industri. Keterlambatan bahan baku menyebabkan produksi terhambat, bahkan berpotensi menurunkan kapasitas output. Perusahaan juga cenderung menambah stok untuk mengantisipasi risiko, yang berujung pada peningkatan biaya inventori dan tekanan terhadap arus kas. Pada industri keramik, kenaikan harga energi semakin membebani biaya produksi, di mana porsi energi mencapai 33-35% dari total biaya. Selain itu, potensi limpahan ekspor dari China dan India ke Indonesia dapat menekan daya saing domestik.

Sementara itu, industri plastik menghadapi lonjakan harga bahan baku hingga dua kali lipat, dari kisaran Rp 15-17 ribu per kg menjadi Rp 30 ribu per kg, ditambah ketidakpastian jadwal pengiriman. Di sektor perdagangan, kawasan Teluk Persia-Selat Hormuz mencatat nilai transaksi sebesar US$ 1,2 triliun atau sekitar 20% pengiriman kontainer global, sehingga gangguan di wilayah ini berisiko menghambat rantai pasok internasional, termasuk Indonesia. 

Dampaknya juga merambat ke sektor pertanian, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor pupuk dari kawasan tersebut. Pada industri sawit, tekanan semakin terasa karena pupuk menyumbang hingga 60% biaya produksi, dengan harga KCL yang sebelumnya pernah melonjak dari Rp 6 ribu menjadi Rp 18 ribu per kg.

Data Terkait

tol-trans-jawa-dongkrak-pdrb-daerah-hingga-7
Ekonomi

Tol Trans-Jawa Dongkrak PDRB Daerah hingga 7%

Kehadiran jalan tol Trans-Jawa kini tidak lagi sekadar menjadi jalur pergerakan kendaraan, namun bertransformasi menjadi koridor penggerak ekonomi antardaerah.

4 hari yang lalu

investasi-kek-capai-rp368-t-serap-lebih-dari-30-ribu-tenaga-kerja
Ekonomi

Investasi KEK Capai Rp368 T, Serap Lebih dari 30 Ribu Tenaga Kerja

Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di tanah air kian menunjukkan tren positif.

4 hari yang lalu

5-strategi-kunci-ekonomi-pemerintahan-prabowo-perkuat-investasi
Ekonomi

5 Strategi Kunci Ekonomi Pemerintahan Prabowo Perkuat Investasi

Pemerintah menyiapkan lima strategi kunci dan agenda kebijakan ekonomi untuk memperkuat investasi dan mendorong pertumbuhan nasional.

4 hari yang lalu

eskalasi-timteng-data-pasokan-minyak-di-balik-tensi-iran-yaman
Internasional

Eskalasi TimTeng: Data Pasokan Minyak di Balik Tensi Iran-Yaman

Eskalasi AS-Israel-Iran & perang di Yaman ancam Aramco serta rute Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, meski ekspor minyak Timur Tengah tetap tembus 22,5 juta bph.

6 hari yang lalu

dua-tahun-kabinet-merah-putih-kepuasan-terhadap-kondisi-ekonomi-turun
Ekonomi

Dua Tahun Kabinet Merah Putih: Kepuasan terhadap Kondisi Ekonomi Turun

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II-2026, tetapi survei menunjukkan masyarakat masih menghadapi tekanan harga pokok dan lapangan kerja.

21 Sep 2026

el-nino-tekan-pertanian-produksi-beras-2026-berisiko-turun
Lingkungan

El Nino Tekan Pertanian, Produksi Beras 2026 Berisiko Turun

El Nino berpotensi menggerus produksi beras 2026 hingga 9,4% per tahun, dengan produksi diproyeksi 30,1 juta ton dan bisa turun hingga 29,1 juta ton.

14 Sep 2026