Penerbangan Flydubai dengan nomor penerbangan FZ 1073 rute Dubai menuju Tel Aviv mengalami insiden menegangkan setelah kopilot berupaya membajak pesawat pada Rabu (30/9) pagi. Pesawat yang mengangkut sekitar 180 penumpang (sebagian besar berkewarganegaraan Israel) tersebut berhasil diselamatkan setelah kapten pilot dan sejumlah penumpang melumpuhkan pelaku di dalam kokpit.
Aksi penyerangan bermula saat pesawat melintasi wilayah udara utara Arab Saudi. Kopilot asal Oman, yang identitasnya belum diumumkan ke publik, mendadak mematikan sistem kelistrikan serta multimedia pesawat, lalu menusuk sang kapten pilot, Smit Machchhar, menggunakan senjata tajam. Pelaku kemudian mengarahkan pesawat menukik tajam dalam dugaan upaya menjatuhkan armada tersebut.
Meski menderita luka tusukan serius, Kapten Smit Machchhar asal India tetap melakukan perlawanan hingga berhasil membuka pintu kokpit untuk meminta pertolongan. Laporan DW menyebut, ada 4 penumpang, yakni Yaniv Hayoun, Shota Musayev, Zvika Manes, dan Asaf Rajuan, bergegas masuk ke kokpit dan berhasil meringkus pelaku. Pesawat akhirnya mendarat darurat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.
Seluruh penumpang dilaporkan selamat tanpa cedera berat, selain luka ringan dan memar pada mereka yang membantu di kokpit. Kapten pilot sempat mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit Arab Saudi sebelum dipulangkan ke Uni Emirat Arab (UEA) dalam kondisi stabil.
Atas aksi heroik mereka, Presiden Israel Isaac Herzog menominasikan keempat penumpang tersebut untuk menerima penghargaan sipil tertinggi atas keberanian (Presidential Medal for Civil Courage). Perdana Menteri India Narendra Modi turut memuji keberanian dan keteguhan Kapten Smit Machchhar yang dinilai berhasil menyelamatkan ratusan nyawa.
Saat ini, terduga pelaku telah diterbangkan dari Arab Saudi menuju Abu Dhabi di bawah pengawalan ketat tim keamanan. Kejaksaan Agung Uni Emirat Arab telah membuka penyelidikan resmi untuk mengungkap motif di balik serangan tersebut, termasuk mendalami keterkaitan insiden dengan jaringan terorisme maupun dugaan perencanaan aksi pembajakan.