Polda Metro Jaya memetakan sejumlah titik rawan aksi pembegalan dan kejahatan jalanan di wilayah DKI Jakarta serta daerah penyangganya. Di Jakarta Selatan, kawasan rawan mencakup Gandaria, Kebayan Baru, sekitar Patung Kuda, hingga Jalan Dr. Saharjo di Tebet. Sementara itu, Jakarta Pusat memiliki titik rawan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Jalan Benyamin Sueb di Kemayoran. Untuk wilayah Jakarta Barat, area yang diwaspadai meliputi Palmerah, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Grogol, Kembangan, Jalan Gajah Mada, sekitar Fly Over Roxy Mas, Cengkareng, hingga Terminal Kalideres.
Titik rawan juga tersebar di wilayah utara dan timur Jakarta. Di Jakarta Utara, kepolisian menyoroti daerah Mangga Besar, kawasan pelabuhan, serta Jalan Pluit Raya di dekat Pluit Village. Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Timur dan daerah penyangga, lokasi yang masuk dalam peta kerawanan berada di perbatasan Bekasi-Jakarta tepatnya di sekitar Harapan Indah, serta Kawasan Pemancingan Pulogebang. Pemetaan ini menjadi acuan petugas dalam meningkatkan pengawasan dan patroli intensif di lapangan.
Sejalan dengan pemetaan tersebut, Polda Metro Jaya sepanjang tahun 2026 ini telah berhasil mengungkap 171 kasus pencurian, termasuk kejahatan jalanan dan mengamankan 103 tersangka. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) mendominasi dengan jumlah 86 kasus. Selanjutnya, diikuti oleh kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak 75 kasus, serta pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 10 kasus.
Demi memberantas aksi begal yang marak terjadi di Jakarta, Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menginstruksikan kepada jajarannya untuk menindak tegas para pelaku kejahatan yang membahayakan keselamatan masyarakat. Pihaknya juga membentuk Satgas Pemburu Begal dan telah berhasil mengungkap 6 kasus kasus kejahatan jalanan. Di sisi lain, pemerintah DKI Jakarta terus memperketat keamanan kota dan menjaga keselamatan warga. Diketahui, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya telah mengintegrasikan setidaknya 27 ribu CCTV ke dalam sistem pemantauan terpadu.