Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya seorang satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40), yang jasadnya ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Hingga kini, penyebab kematian korban masih menjadi misteri dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Untuk mengungkap kasus tersebut, Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa 15 saksi yang terdiri dari keluarga, rekan kerja, warga sekitar, hingga pihak yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal.
Berdasarkan media monitoring tim riset DATASATU, kasus ini bermula pada 23 Juli 2026 saat rekan kerja mendapati pos jaga tempat Sumarna bertugas dalam keadaan kosong. Sepeda motor korban masih terparkir di lokasi, tetapi ponselnya sudah tidak aktif sehingga tidak bisa dihubungi. Di hari yang sama, polisi menerima informasi bahwa korban diduga sempat menegur sekelompok orang yang melakukan aksi vandalisme di kawasan Waduk Jatiluhur. Namun, dugaan tersebut masih didalami dan belum dipastikan memiliki kaitan dengan kematian korban.
Pada 24 Juli 2026, rekan kerja bersama Kepala Satuan Pengamanan melakukan pencarian di sejumlah titik di kawasan waduk. Dalam pencarian itu, petugas menemukan handy talky (HT) milik korban berada di atas sebuah perahu yang bersandar di sekitar lokasi. Tak lama kemudian, jasad Sumarna ditemukan mengambang di kawasan Tanggul Kayat atau Tanggul Ubrug dalam posisi telungkup. Korban masih mengenakan seragam satpam dengan kedua tangan terborgol ke belakang. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta sebelum dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi.
Memasuki 25-26 Juli 2026, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV, menyita ponsel korban, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Penyebab kematian belum dapat dipastikan karena penyidik masih menunggu hasil autopsi secara lengkap. Pada 27 Juli 2026, jumlah saksi yang diperiksa bertambah menjadi 15 orang. Di hari yang sama, penyidik juga menerima hasil autopsi untuk dianalisis dan dicocokkan dengan berbagai dugaan penyebab kematian. Melansir Beritasatu (28/7), meski penyelidikan terus berjalan, Polres Purwakarta menegaskan belum menetapkan tersangka maupun melakukan penangkapan. Polisi masih mendalami seluruh temuan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sumarna.