Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), sebuah anak usaha baru yang dibentuk pemerintah untuk memperketat tata kelola dan mengurus kegiatan ekspor komoditas sumber daya alam nasional. Melansir Berita Satu (21/5), kepastian penunjukan profesional asal Australia tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Kendati demikian, pihak manajemen belum mengungkap waktu peresmian operasional PT DSI secara mendetail karena masih dalam tahap sosialisasi dan penjaringan masukan dari berbagai pihak terkait.
Luke Thomas Mahony dipilih bukan tanpa alasan, mengingat ia memiliki rekam jejak yang sangat panjang dan solid di industri pertambangan global serta manajemen strategis. Lulusan University of New South Wales (UNSW) ini memegang 4 gelar akademik di bidang Teknik Pertambangan, Keuangan, dan Geomekanika. Sebelum dipercaya memimpin PT DSI, Thomas sudah lebih dulu memperkuat ekosistem super holding BUMN ini dengan menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization di Danantara Indonesia sejak September 2025.
Perjalanan karier internasional Thomas membentang selama lebih dari dua dekade di berbagai perusahaan tambang raksasa dunia. Ia tercatat pernah menempati beragam posisi manajerial di BHP Billiton selama periode 2005 hingga 2014, sebelum akhirnya melanjutkan inkubasi kepemimpinannya di Vale dan Vale Base Metals sebagai Global Head hingga Chief Technical Officer. Di Indonesia sendiri, figur yang kini berdomisili di Jakarta tersebut sempat menduduki posisi penting sebagai Chief Strategy and Technical Officer di PT Vale Indonesia Tbk sebelum akhirnya direkrut oleh pemerintah untuk mengelola sektor strategis berbasis sumber daya alam nasional.