Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Provinsi Bali. Proyek yang akan dikelola oleh Nusantara Bali New Energy tersebut masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai Rp 3 triliun.
Melansir laporan Danantara, PSEL Denpasar Raya memiliki kapasitas pengolahan 1.200 ton sampah per hari atau sekitar 500 ribu ton sampah per tahun. Fasilitas ini juga ditargetkan mampu memasok energi hijau untuk 100 ribu rumah di Bali, mengurangi 80% emisi dari tempat pembuangan akhir (TPA), serta menekan emisi karbon hingga 640 ribu ton CO2 per tahun.
Teknologi yang digunakan berupa moving grate incinerator dengan Air Pollution Control System (APCS) berlapis. Selain itu, proyek ini diperkirakan menyerap 1,2 ribu tenaga kerja dan ditargetkan mulai beroperasi pada Semester I-2028.
Selain Bali, Danantara juga menyiapkan proyek PSEL Kota Bekasi yang berlokasi di Sumur Batu, Bantar Gebang yang dikelola oleh Bekasi Environment Nusantara. Dilansir dari laporan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, proyek senilai Rp 2,49 triliun ini dirancang untuk mengurangi beban TPA Bantar Gebang dengan kapasitas pengolahan 1 ribu ton sampah per hari serta menghasilkan listrik sebesar 18,5 MW.
PSEL Bekasi juga akan memanfaatkan residu pembakaran sampah menjadi batako, semen, hingga material logam. Teknologi yang digunakan adalah moving grate incinerator dengan masa konsesi 30 tahun melalui skema Design-Build-Finance-Operate-Maintenance-Transfer (DBFOMT). Proyek ini ditargetkan siap pada 2027 dan mulai beroperasi pada awal 2028.
Pengembangan serupa juga dilakukan melalui proyek PSEL Bogor Raya yang berlokasi di TPA Galuga, Cibungbulang dan TPA Kayumanis di Tanah Sereal. Proyek yang dikelola Nusantara Bogor New Energy tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1 ribu hingga 1,5 ribu ton sampah per hari dengan nilai investasi sekitar Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun.
Menurut data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, PSEL Bogor Raya mampu menghasilkan 300 kWh listrik dari setiap 1 ton sampah yang diolah serta diklaim dapat memenuhi kebutuhan listrik satu keluarga selama satu bulan. Proyek tersebut ditargetkan siap pada 2027 dan mulai beroperasi pada awal 2028.
Sementara itu, PSEL Yogyakarta Raya yang berlokasi di TPA Piyungan juga sedang memasuki tahap pembangunan. PSEL ini nantinya akan mengolah sekitar 1 ribu ton sampah per hari dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Bantul dengan investasi sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun serta ditargetkan beroperasi pada awal 2028.
Adapun proyek Waste-to-Energy (WtE) lainnya adalah PSEL Bandung Raya yang berlokasi di TPPAS Legok Nangka. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan mencapai 2,13 ribu ton sampah per hari serta mampu mereduksi volume sampah hingga 85% dan menghasilkan listrik sebesar 40,79 MW. PSEL tersebut akan melayani wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Bandung Barat, Garut, dan Sumedang.
Kehadiran berbagai proyek PSEL ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus memperkuat pasokan energi bersih melalui pemanfaatan teknologi WtE di berbagai daerah.