Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 mencapai 5,47% secara year on year (yoy).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 5,04% yoy.
Dari sisi pengeluaran, Produk Domestik Bruto (PDB) ditopang oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh paling tinggi sebesar 8,95% yoy.
Selanjutnya, impor meningkat 7,31% yoy dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan investasi fisik tumbuh 6,06% yoy.
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga tercatat hanya tumbuh 5,04% yoy. Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) meningkat 5,02% yoy, sedangkan ekspor tumbuh 4,69% yoy.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,22% yoy.
Posisi berikutnya ditempati jasa keuangan sebesar 8,47% yoy dan jasa lainnya sebesar 8,32% yoy.
Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,03% yoy, diikuti pengadaan listrik dan gas sebesar 8,00% yoy.
Capaian tersebut menunjukkan sejumlah sektor jasa dan pendukung aktivitas ekonomi mencatatkan pertumbuhan yang relatif tinggi pada triwulan III-2026.