Survei LPEM UI: Ahli Ekonomi Soroti Penurunan Kondisi Ekonomi

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Y
Penulis: Yesi Rahma Mustika | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Survei LPEM UI: Ahli Ekonomi Soroti Penurunan Kondisi Ekonomi
Survei LPEM UI: Ahli Ekonomi Soroti Penurunan Kondisi Ekonomi

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis Hasil Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026. Riset mandiri yang melibatkan 63 pakar dari kalangan akademisi, lembaga riset, think tank, sektor swasta, hingga institusi multinasional pada periode 21 September–13 Oktober 2026 ini merekam adanya tekanan nyata pada sejumlah indikator utama perekonomian nasional.

Terkait kondisi ekonomi terkini dibandingkan tiga bulan lalu, mayoritas atau 52% responden (33 orang) menilai perekonomian Indonesia memburuk. Angka tersebut terdiri atas 46% (29 orang) yang menyebut kondisi lebih buruk dan 6% (4 orang) menilai jauh lebih buruk. Sebanyak 40% responden (25 orang) menyatakan kondisi stagnan atau tidak berubah, sementara hanya 8% (5 orang) yang melihat adanya perbaikan. Tak ada satu pun ekonom yang menilai perekonomian berada dalam kondisi jauh lebih baik.

Sentimen pesimistis juga membayangi laju inflasi. Sebanyak 78% ahli (49 responden) menilai tekanan inflasi saat ini berada di level tinggi, dengan rincian 70% (44 orang) menilai tinggi dan 8% (5 orang) sangat tinggi. Sebaliknya, 21% responden (13 orang) memandangnya netral dan hanya 2% (1 orang) yang menganggapnya rendah.

Kondisi serupa terjadi pada sektor ketenagakerjaan. Sebanyak 73% ekonom (46 responden) menilai penciptaan lapangan kerja saat ini lebih rendah dibandingkan enam bulan lalu, yang mencakup 48% (30 orang) menilai lebih rendah dan 25% (16 orang) jauh lebih rendah. Hanya 24% responden (15 orang) yang menyebut tidak ada perubahan, serta 3% (2 orang) yang menilai serapan tenaga kerja lebih tinggi.

Tekanan turut dirasakan pada iklim usaha. Sebanyak 56% responden (35 orang) menganggap lingkungan bisnis memburuk dibandingkan tiga bulan sebelumnya, dengan 41% (26 orang) menilai lebih buruk dan 14% (9 orang) jauh lebih buruk. Adapun 38% responden (24 orang) menyatakan iklim usaha tidak berubah, dan hanya 6% (4 orang) yang melihat adanya perbaikan.

Survei kondisi ekonomi saat ini, dibandingkan 3 bulan lalu. Survei dilakukan oleh LPEM FEB UI - (LPEM UI/DATASATU)
Survei kondisi ekonomi saat ini, dibandingkan 3 bulan lalu. Survei dilakukan oleh LPEM FEB UI - (LPEM UI/DATASATU)

Data Terkait

survei-lpem-ui-catat-mayoritas-ekonom-nilai-lapangan-kerja-melemah
Ekonomi

Survei LPEM UI Catat Mayoritas Ekonom Nilai Lapangan Kerja Melemah

Kondisi pasar tenaga kerja nasional menghadapi tantangan nyata di tengah klaim penurunan angka pengangguran terbuka.

4 jam yang lalu

survei-lpem-ui-menilai-target-ekonomi-6-dan-mbg-paling-berisiko
Ekonomi

Survei LPEM UI Menilai Target Ekonomi 6% dan MBG Paling Berisiko

Optimisme pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata historis menghadapi gelombang keraguan dari kalangan pakar.

5 jam yang lalu

poin-kebijakan-pertemuan-kssk-di-istana-bahas-ihsg
Ekonomi

Poin Kebijakan Pertemuan KSSK di Istana, Bahas IHSG

Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri bidang ekonomi serta pimpinan otoritas keuangan negara ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (19/10).

20 Okt 2026

tol-trans-jawa-dongkrak-pdrb-daerah-hingga-7
Ekonomi

Tol Trans-Jawa Dongkrak PDRB Daerah hingga 7%

Kehadiran jalan tol Trans-Jawa kini tidak lagi sekadar menjadi jalur pergerakan kendaraan, namun bertransformasi menjadi koridor penggerak ekonomi antardaerah.

9 Okt 2026

investasi-kek-capai-rp368-t-serap-lebih-dari-30-ribu-tenaga-kerja
Ekonomi

Investasi KEK Capai Rp368 T, Serap Lebih dari 30 Ribu Tenaga Kerja

Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di tanah air kian menunjukkan tren positif.

9 Okt 2026

5-strategi-kunci-ekonomi-pemerintahan-prabowo-perkuat-investasi
Ekonomi

5 Strategi Kunci Ekonomi Pemerintahan Prabowo Perkuat Investasi

Pemerintah menyiapkan lima strategi kunci dan agenda kebijakan ekonomi untuk memperkuat investasi dan mendorong pertumbuhan nasional.

9 Okt 2026