Pemerintah menyiapkan lima strategi kunci dan agenda kebijakan ekonomi untuk memperkuat investasi dan mendorong pertumbuhan nasional. Hal tersebut dipaparkan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, dalam forum Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (8/10).
Langkah pertama berfokus pada percepatan hilirisasi dari sektor hulu ke hilir. Presiden Prabowo Subianto telah memulai peletakan batu pertama untuk 26 proyek hilirisasi bernilai investasi Rp225 triliun. Program ini ditujukan membuka lapangan kerja berkualitas, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Strategi kedua menitikberatkan pada kepastian hukum dan kemudahan berusaha. Pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 dan membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3M PPE). Satgas ini bertugas menampung keluhan serta menuntaskan hambatan perizinan dan investasi pelaku usaha secara cepat.
Ketiga, pemerintah memperkuat industri padat karya, khususnya sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang menyerap lebih dari 4 juta tenaga kerja dan menyumbang 0,97% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Penguatan dilakukan lewat jaminan pasokan bahan baku, sinkronisasi kebijakan, restrukturisasi pembiayaan, hingga penertiban impor ilegal melalui pelacakan aliran dana (follow the money).
Keempat, peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dijalankan melalui Program Magang Nasional tahap kedua bagi lulusan perguruan tinggi, pelatihan vokasi, serta peningkatan keahlian bagi lulusan SMK dan pekerja terdampak PHK.
Kelima, pemerintah memanfaatkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 25 KEK telah beroperasi dengan total investasi kumulatif mencapai Rp368 triliun dan menyerap 33.000 tenaga kerja. Sebanyak 18 KEK di antaranya berlokasi di luar Jawa untuk menekan ketimpangan pembangunan antarwilayah.
"Pemerintah membutuhkan peranan yang sangat besar dari dunia usaha. Korporasi adalah mitra yang sangat strategis bagi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan dan stabilitas," ujar Dradjad.