Investasi KEK Capai Rp368 T, Serap Lebih dari 30 Ribu Tenaga Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 | 11:25 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Investasi KEK Capai Rp368 T, Serap Lebih dari 30 Ribu Tenaga Kerja
Investasi KEK Capai Rp368 T, Serap Lebih dari 30 Ribu Tenaga Kerja

Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di tanah air kian menunjukkan tren positif. Hingga 30 Juni 2026, total investasi kumulatif dari 25 KEK yang telah beroperasi di seluruh Indonesia berhasil menembus angka Rp368 triliun, sekaligus menyerap sebanyak 33.000 tenaga kerja.

Menariknya, pembangunan KEK kini diarahkan untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan tidak lagi berpusat di Pulau Jawa. Dari total 25 KEK yang ada, sebanyak 18 KEK berlokasi di luar Pulau Jawa dan saat ini tengah menjadi fokus pengembangan. Sementara itu, 7 KEK lainnya tersebar di Pulau Jawa.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mengungkapkan bahwa persebaran ini membuktikan fungsi penting KEK dalam mengurangi ketimpangan antardaerah. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).

"Sehingga KEK ini selain instrumen pertumbuhan bisa menjadi instrumen regional equality ya, pemerataan antarwilayah untuk mengatasi regional disparity, disparitas antarwilayah," ujar Dradjad.

Dengan dominasi kawasan yang berada di luar Pulau Jawa, KEK diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi baru di daerah, memperluas lapangan kerja, serta mewujudkan keadilan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Perjalanan KEK memiliki riwayat regulasi yang cukup panjang sejak lebih dari satu dekade lalu. Melansir laman resmi Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, payung hukum pembentukan kawasan ini resmi disahkan lewat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus. Langkah tersebut kemudian disusul dengan pembentukan Dewan Nasional KEK yang diketuai Menko Perekonomian pada 2010, serta pengesahan PP Nomor 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan KEK.

Memasuki tahun 2012, pemerintah mulai menetapkan KEK perdana di tanah air. KEK Tanjung Lesung ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus pertama berbasis pariwisata, yang kemudian disusul penetapan Sei Mangkei sebagai KEK pertama berbasis industri. Kini, keberadaan puluhan KEK tersebut diharapkan terus memperkuat ekonomi daerah dan mewujudkan keadilan pembangunan di seluruh penjuru Indonesia.

Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai Instrumen Pemerataan - (Investor Daily Summit 2026/DATASATU)
Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai Instrumen Pemerataan - (Investor Daily Summit 2026/DATASATU)

Data Terkait

tol-trans-jawa-dongkrak-pdrb-daerah-hingga-7
Ekonomi

Tol Trans-Jawa Dongkrak PDRB Daerah hingga 7%

Kehadiran jalan tol Trans-Jawa kini tidak lagi sekadar menjadi jalur pergerakan kendaraan, namun bertransformasi menjadi koridor penggerak ekonomi antardaerah.

4 hari yang lalu

5-strategi-kunci-ekonomi-pemerintahan-prabowo-perkuat-investasi
Ekonomi

5 Strategi Kunci Ekonomi Pemerintahan Prabowo Perkuat Investasi

Pemerintah menyiapkan lima strategi kunci dan agenda kebijakan ekonomi untuk memperkuat investasi dan mendorong pertumbuhan nasional.

4 hari yang lalu

dua-tahun-kabinet-merah-putih-kepuasan-terhadap-kondisi-ekonomi-turun
Ekonomi

Dua Tahun Kabinet Merah Putih: Kepuasan terhadap Kondisi Ekonomi Turun

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II-2026, tetapi survei menunjukkan masyarakat masih menghadapi tekanan harga pokok dan lapangan kerja.

21 Sep 2026

inflasi-agustus-2026-capai-319-ini-perbandingannya-dengan-2025
Ekonomi

Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Ini Perbandingannya dengan 2025

Inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19% yoy, naik dari 2,31% yoy pada 2025, didorong kenaikan harga yang diatur pemerintah meski volatile food melandai.

1 Sep 2026

inflasi-tahunan-agustus-2026-tembus-319-makanan-beri-andil-terbesar
Ekonomi

Inflasi Tahunan Agustus 2026 Tembus 3,19%, Makanan Beri Andil Terbesar

Inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% mtm dan 3,19% yoy, dengan makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,13%.

1 Sep 2026

gempa-ntt-picu-kerugian-rp-22-t-ekonomi-daerah-terancam-terganggu
Ekonomi

Gempa NTT Picu Kerugian Rp 2,2 T, Ekonomi Daerah Terancam Terganggu

Gempa di NTT menyebabkan kerugian Rp 2,2 triliun dan berpotensi menekan perekonomian daerah dan mengganggu sejumlah aktivitas usaha.

24 Agu 2026