Tata Kelola MBG Dibenahi, BGN Efisiensikan Anggaran MBG Rp 44 Triliun

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Tata Kelola MBG Dibenahi, BGN Efisiensikan Anggaran MBG Rp 44 Triliun
100 Hari Pembenahan Tata Kelola MBG, 2026

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat efisiensi anggaran hingga Rp 44 triliun dalam 100 hari pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Salah satu langkahnya dilakukan melalui pengembalian pagu sebesar Rp 38 triliun. BGN juga mengevaluasi kebutuhan operasional realistis menjadi Rp 229 triliun dari pagu awal Rp 268 triliun.

Penyesuaian turut dilakukan terhadap skema insentif dapur. Insentif tetap sebesar Rp 6 juta per hari untuk setiap dapur diubah menjadi Rp 2 ribu per porsi berdasarkan jumlah makanan yang benar-benar disajikan, sehingga menghemat Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun. 

Selain itu, batas dana operasional dapur diturunkan menjadi maksimal Rp 3 ribu per porsi dari sebelumnya Rp 4,5 ribu-Rp 5 ribu per porsi, dengan penghematan mencapai Rp 3 triliun.

Dalam pemeriksaan rekening, BGN menemukan 400 rekening bank milik dapur yang belum beroperasi tetapi telah menerima dana APBN. Dari temuan tersebut, dana sebesar Rp 414 miliar-Rp 500 miliar dikembalikan ke kas negara. 

BGN juga memulihkan dan mengembalikan Rp 160 miliar berdasarkan catatan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

BGN menyatakan, alokasi APBN yang tersedia akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas bahan baku makanan, memenuhi standar kebersihan dapur, serta memperkuat sistem pengawasan lapangan berbasis kecerdasan buatan (AI). 

100 Hari Pembenahan Tata Kelola MBG, 2026 - (BGN & berbagai sumber/Melati Kristina/Desain oleh ChatGPT)
100 Hari Pembenahan Tata Kelola MBG, 2026 - (BGN & berbagai sumber/Melati Kristina/Desain oleh ChatGPT)

Dalam penertiban operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BGN menemukan 6,1 ribu dari 26,38 ribu dapur tidak melaporkan penggunaan dana harian. Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG yang tidak menyampaikan laporan keuangan dihentikan sementara.

Selain pengawasan keuangan, pemenuhan standar sanitasi juga menjadi perhatian. Sebanyak 2.000 SPPG belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sehingga BGN memberlakukan penutupan permanen bagi dapur yang tidak memenuhi sertifikasi tersebut. 

Melansir data BGN, hingga September 2026, sebanyak 26.385 SPPG telah mengantongi sertifikat SLHS.

Data Terkait

mbg-libatkan-puluhan-ribu-umkm-serapan-pekerja-formal-masih-terbatas
Ekonomi

MBG Libatkan Puluhan Ribu UMKM, Serapan Pekerja Formal Masih Terbatas

Program MBG melibatkan 52.689 UMKM sebagai pemasok dan menyerap 1,03 juta tenaga kerja, walaupun sebagian besar pekerja merupakan relawan.

2 hari yang lalu

kasus-keracunan-mbg-disorot-penanganan-hukum-terus-berlanjut
Hukum & Keamanan

Kasus Keracunan MBG Disorot, Penanganan Hukum Terus Berlanjut

Kasus keracunan MBG menimbulkan sorotan terhadap penegakan hukum dan pertanggungjawaban penyelenggara. Pemulihan dan kompensasi korban perlu dijamin.

3 hari yang lalu

dua-tahun-berjalan-mbg-dinilai-belum-optimal-rangkul-umkm
Ekonomi

Dua Tahun Berjalan, MBG Dinilai Belum Optimal Rangkul UMKM

Kajian INDEF menilai MBG belum berdampak signifikan bagi UMKM. Mayoritas usaha stagnan, sementara keterlibatan dalam kemitraan program masih terbatas.

5 hari yang lalu

pembangunan-sdm-2-tahun-kabinet-merah-putih-tata-kelola-perlu-dievaluasi
Politik

Pembangunan SDM 2 Tahun Kabinet Merah Putih, Tata Kelola Perlu Dievaluasi

Program pembangunan SDM pemerintah mencatat sejumlah capaian, dari MBG dan CKG hingga revitalisasi sekolah, namun tata kelola dan pelaksanaannya masih perlu dievaluasi.

21 Sep 2026

mbg-dinilai-memuaskan-ketepatan-sasaran-masih-jadi-tantangan
Ekonomi

MBG Dinilai Memuaskan, Ketepatan Sasaran Masih Jadi Tantangan

Meski 55,6% responden puas terhadap Program MBG, sebanyak 46,3% menilai program belum tepat sasaran sehingga penguatan tata kelola jadi prioritas pemerintah.

12 Jun 2026

sppg-didorong-masuk-wilayah-3t-tantangan-logistik-biaya-masih-tinggi
Ekonomi

SPPG Didorong Masuk Wilayah 3T, Tantangan Logistik-Biaya Masih Tinggi

Pemerintah memprioritaskan MBG di wilayah 3T dan kelompok 3B. Namun, riset CELIOS menyoroti tingginya biaya logistik, hambatan geografis, dan keterbatasan pemasok.

10 Jun 2026