SPPG Didorong Masuk Wilayah 3T, Tantangan Logistik-Biaya Masih Tinggi

Rabu, 10 Juni 2026 | 13:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
SPPG Didorong Masuk Wilayah 3T, Tantangan Logistik-Biaya Masih Tinggi
Faktor Penghambat Implementasi MBG di Wilayah 3T

Pemerintah mulai mengarahkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari perbaikan tata kelola program. Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan, optimalisasi efisiensi anggaran menjadi langkah awal pembenahan MBG. Dalam skema baru tersebut, penerima manfaat akan diprioritaskan di wilayah 3T dengan fokus utama pada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Selama ini, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih banyak terkonsentrasi di kawasan urban, terutama di Pulau Jawa. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh biaya per porsi yang lebih rendah, permintaan yang tinggi dan stabil, serta risiko operasional yang relatif lebih kecil dibandingkan wilayah luar Jawa, terutama daerah 3T. Padahal, wilayah-wilayah tersebut menjadi sasaran penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi.

Menurut Riset CELIOS terkait MBG pada 2025, ekspansi SPPG ke wilayah 3T menghadapi berbagai tantangan struktural. CELIOS mengungkapkan, biaya logistik nasional masih relatif tinggi dibandingkan banyak negara, terutama untuk distribusi pangan ke daerah 3T. Selain itu, harga pangan di wilayah 3T, khususnya Indonesia Timur, cenderung lebih mahal sehingga skema margin Rp 10 ribu per porsi sulit diterapkan. 

Faktor Penghambat Implementasi MBG di Wilayah 3T - (CELIOS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Faktor Penghambat Implementasi MBG di Wilayah 3T - (CELIOS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

CELIOS juga mencatat keterbatasan cold chain dan tingginya risiko food waste yang meningkatkan biaya tambahan, termasuk biaya kepatuhan mutu dan risiko kejadian luar biasa (KLB). Program konektivitas laut yang ada juga dinilai belum mampu menutupi biaya first mile dan last mile dari pelabuhan menuju daerah pedalaman. Di sisi lain, biaya satuan, monitoring, serta tata kelola program di wilayah 3T juga lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

CELIOS menambahkan, hambatan geografis turut memperbesar tantangan implementasi MBG. Karakteristik kepulauan membuat pasar terfragmentasi, sementara kepadatan penduduk yang rendah menyebabkan permintaan tersebar dan biaya operasional dapur menjadi lebih mahal. Tanpa kontrak volume di atas 200 porsi per titik serta rute distribusi yang terjadwal, efisiensi sulit dicapai. 

Faktor cuaca dan jadwal kapal juga meningkatkan risiko stock out sehingga membutuhkan buffer stok dan modal kerja yang lebih besar. Selain itu, daya serap pemasok lokal masih terbatas sehingga proses tender di wilayah 3T sering mengalami kondisi under-subscribed.

Ke depan, fokus MBG di wilayah 3T berpotensi meningkatkan pemerataan akses gizi bagi kelompok yang paling membutuhkan. Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada alokasi anggaran, melainkan juga pada penguatan infrastruktur logistik, rantai pasok pangan, kapasitas pemasok lokal, serta desain implementasi yang menyesuaikan karakteristik geografis masing-masing daerah agar program dapat berjalan efektif dan efisien.

Data Terkait

mbg-dinilai-memuaskan-ketepatan-sasaran-masih-jadi-tantangan
Ekonomi

MBG Dinilai Memuaskan, Ketepatan Sasaran Masih Jadi Tantangan

Meski 55,6% responden puas terhadap Program MBG, sebanyak 46,3% menilai program belum tepat sasaran sehingga penguatan tata kelola jadi prioritas pemerintah.

1 hari yang lalu

tata-kelola-mbg-dibenahi-bgn-fokus-tingkatkan-sop-dan-kualitas
Ekonomi

Tata Kelola MBG Dibenahi, BGN Fokus Tingkatkan SOP dan Kualitas

Pemerintah membenahi tata kelola MBG 2026 melalui efisiensi anggaran Rp 268 triliun, fokus penerima manfaat di daerah 3T serta kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita.

4 hari yang lalu

transparansi-mbg-disorot-pengawasan-independen-perlu-diperkuat
Ekonomi

Transparansi MBG Disorot, Pengawasan Independen Perlu Diperkuat

Evaluasi MBG perlu mempertimbangkan penguatan transparansi. Brazil dan Kolombia telah berhasil menjaga akuntabilitas melalui pengawasan independen pada program serupa.

5 hari yang lalu

ribuan-satuan-pelayanan-pemenuhan-gizi-alami-suspend
Hukum & Keamanan

Ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Alami Suspend

Data BGN periode Januari 2025-Mei 2026 menyebut, sebanyak 8.182 SPPG di seluruh Indonesia tercatat pernah dijatuhi sanksi pembekuan sementara atau suspend.

5 hari yang lalu

data-detail-penerima-mbg-berdasarkan-status-sekolah-dan-profilnya
Pendidikan

Data Detail Penerima MBG Berdasarkan Status Sekolah dan Profilnya

Pemerintah terus mematangkan kesiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 melalui pendataan komprehensif di berbagai jenjang pendidikan.

5 hari yang lalu

belajar-dari-brazil-hingga-jepang-mbg-perlu-benahi-tata-kelola
Ekonomi

Belajar dari Brazil Hingga Jepang, MBG Perlu Benahi Tata Kelola

Evaluasi Program MBG mendorong perbaikan tata kelola. Sejumlah negara seperti Brazil, Jepang hingga China bisa dijadikan acuan dalam meningkatkan tata kelola MBG.

5 hari yang lalu