Survei LPEM UI Menilai Target Ekonomi 6% dan MBG Paling Berisiko

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:39 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Survei LPEM UI Menilai Target Ekonomi 6% dan MBG Paling Berisiko
Survei LPEM UI Menilai Target Ekonomi 6% dan MBG Paling Berisiko

Optimisme pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata historis menghadapi gelombang keraguan dari kalangan pakar. Temuan survei independen Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Semester II-2026 mencatat target pertumbuhan ekonomi nasional dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai agenda yang paling rawan meleset.

Survei berkala yang digelar pada 21 September hingga 13 Oktober 2026 ini menghimpun persepsi 63 ekonom lintas sektor, mulai dari akademisi, lembaga riset, think tank, korporasi swasta, hingga institusi internasional. Para responden tersebar di 11 provinsi Indonesia serta perwakilan luar negeri seperti Australia, Inggris, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Dalam pengukuran asumsi makroekonomi RAPBN 2027, sebanyak 59% atau 37 ekonom menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0% menjadi sasaran yang paling sulit terwujud. Angka pesimisme ini terpaut jauh melampaui asumsi lain yang juga diuji, seperti pelemahan nilai tukar Rupiah di level Rp17.500 per dolar AS yang diragukan oleh 19% ekonom. Sementara itu, keyakinan bahwa seluruh target makroekonomi dapat dicapai secara mulus hanya datang dari 10% responden.

Keraguan panel ahli berlanjut pada daftar program prioritas nasional. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berada di posisi teratas sebagai agenda ekonomi yang paling berisiko gagal memenuhi ekspektasi, dengan persentase mencapai 86%. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menyusul di urutan kedua dengan 76%, serta ambisi jangka menengah menuju pertumbuhan ekonomi 8% yang diragukan oleh 68% ekonom.

Sinyal skeptisisme dari para ekonom ini menghadirkan jarak kontras dengan nada percaya diri para pembuat kebijakan di Senayan. Melansir laman resmi DPR, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun sebelumnya menegaskan bahwa patokan angka 6% di RAPBN 2027 adalah pesan tegas kepada pasar mengenai tekad pemerintah mendobrak stagnasi ekonomi nasional.

Menurut Misbakhun, lompatan menuju zona 6% dipersiapkan sebagai batu loncatan awal agar roda perekonomian dapat melaju kencang menuju target jangka panjang 8%. Momentum peringatan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pun dinilai menjadi waktu yang tepat untuk membuktikan kemandirian fiskal dan produktivitas nasional di mata publik.

Namun, beban belanja untuk mengejar target tersebut dinilai menumpuk pada program-program baru berskala jumbo. Mengutip laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Gizi Nasional (BGN) digelontorkan pagu fantastis sebesar Rp240,20 triliun pada tahun anggaran 2027. Dari nilai tersebut, sebesar Rp232,88 triliun atau 96,95% terserap khusus bagi Program Peningkatan Gizi Nasional, termasuk operasional harian MBG.

Struktur anggaran BGN ini didominasi oleh fungsi pendidikan senilai Rp198,96 triliun demi menjangkau murid serta tenaga pendidik, disusul alokasi kesehatan Rp33,54 triliun untuk ibu hamil, menyusui, serta balita. Dari sisi pos pengeluaran, sekitar Rp233,12 triliun mengalir sebagai belanja barang.

Besarnya komitmen dana yang tersedot pada MBG dan tingginya target pertumbuhan 6% kini menempatkan kebijakan pemerintah pada ujian efektivitas. Para ekonom menilai bahwa tanpa tata kelola yang teruji dan kepastian imbal hasil belanja terhadap sektor riil, ambisi pertumbuhan tinggi berisiko membebani ruang fiskal tanpa menghasilkan daya dorong ekonomi yang diharapkan.

Survei LPEM UI pada tahun 2026 mengenai program ekonomi paling berisiko gagal dan asumsi makroekonomi yang sulit tercapai - (LPEM UI/DATASATU)
Survei LPEM UI pada tahun 2026 mengenai program ekonomi paling berisiko gagal dan asumsi makroekonomi yang sulit tercapai - (LPEM UI/DATASATU)

Data Terkait

survei-lpem-ui-catat-mayoritas-ekonom-nilai-lapangan-kerja-melemah
Ekonomi

Survei LPEM UI Catat Mayoritas Ekonom Nilai Lapangan Kerja Melemah

Kondisi pasar tenaga kerja nasional menghadapi tantangan nyata di tengah klaim penurunan angka pengangguran terbuka.

5 jam yang lalu

survei-lpem-ui-ahli-ekonomi-soroti-penurunan-kondisi-ekonomi
Ekonomi

Survei LPEM UI: Ahli Ekonomi Soroti Penurunan Kondisi Ekonomi

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis Hasil Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026.

6 jam yang lalu

pengangguran-lulusan-sarjana-naik-dalam-dua-tahun-pemerintahan-prabowo
Ekonomi

Pengangguran Lulusan Sarjana Naik dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Pengangguran lulusan pendidikan tinggi meningkat Mei 2026, sementara 8,01 juta lulusan S1 bekerja di bawah tingkat pendidikannya akibat mismatch pasar kerja.

24 Sep 2026